<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12432">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JELANTAH (WASTE COOKING OIL) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wardiati S</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh minyak jelantah terhadap&#13;
gambaran histopatologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) akibat pemberian&#13;
minyak jelantah 3x, 6x, dan 9x penggorengan. Penelitian ini menggunakan 20&#13;
ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dengan berat badan ±300 g. Tikus&#13;
dikelompokkan menjadi 4 kelompok perlakuan, lalu diadaptasikan selama satu&#13;
minggu, dengan pemberian pakan dan minum secara ad libitum. Minggu kedua&#13;
sampai minggu ke delapan tikus diberi minyak jelantah per oral setiap hari dengan&#13;
dosis 1 ml. Kelompok 1 tikus diberi minyak goreng curah (kontrol negatif).&#13;
Kelompok 2, 3, dan 4 diberikan minyak jelantah 3x, 6x, dan 9x penggorengan.&#13;
Hari ke 60 tikus dieutanasia, kemudian dinekropsi. Diambil organ ginjal dan&#13;
dimasukkan ke dalam Buffered Neutral Formalin (BNF) untuk fiksasi, selanjutnya&#13;
dilakukan proses pembuatan preparat histopatologi. Parameter yang diamati&#13;
adalah gambaran hemoragi, tubulus nekrosis, dan glomerulus bengkak. Hasil&#13;
pemeriksaan dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu, ringan, sedang, dan berat.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terlihat peningkatan jumlah hemoragi,&#13;
tubulus nekrosis, dan glomerulus bengkak pada ginjal akibat dari penggorengan.&#13;
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minyak jelantah dapat&#13;
menyebabkan kerusakan pada organ ginjal.</note>
 <subject authority="">
  <topic>HISTOPATHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANIMAL DISEASES - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>KIDNEYS - DISEASES</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>12432</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-02-11 12:31:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-23 10:59:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>