KOMUNIKASI INTERPERSONAL LEMBAGA BANTUAN RNHUKUM (LBH) BANDA ACEH DALAM PENDAMPINGAN RNKORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KOMUNIKASI INTERPERSONAL LEMBAGA BANTUAN RNHUKUM (LBH) BANDA ACEH DALAM PENDAMPINGAN RNKORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI ACEH


Pengarang

Fatimah Azzahra - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zakirah Azman - 198801122022032005 - Dosen Pembimbing I
Maini Sartika - 198105012023212017 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2010102010094

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

153.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Peningkatan kasus kekerasan seksual anak di Indonesia terus terjadi secara
signifikan. Masyarakat Indonesia yang cenderung victim blaming dan hukum yang
ada belum sepenuhnya memenuhi hak-hak korban, membuat korban dari pelaku
yang sama itu terus bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penerapan komunikasi interpersonal melalui penetrasi sosial yang dikembangkan
oleh Irwin Altman dan Dalmas taylor, dalam upaya pendampingan advokasi
khususnya pelecehan seksual pada anak melalui 4 tahapan proses perkembangan
dalam membangun hubungan antar individu. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif melalui teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi
nonpartisipan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Lembaga Bantuan
Hukum (LBH) Banda Aceh melewati tahap orientasi yang didalamnya terdapat
pelaporan kasus secara langsung, jemput bola, dan perkara mitra dalam menerima
korban yang akan didampingi. Tahap penjajakan afektif terdapat Registrasi kasus,
penggalian kronologi, dan transparansi hukum untuk membangun kepercayaan dan
komitmen dalam proses pendampingan. Tahap pertukaran efek afektif terdapat
pendampingan internal, pendampingan rujukan eksternal, dan pendampingan di
kepolisian dan pengadilan untuk mempertahankan hubungan mendalam dan
komunikasi yang efektif. Tahap pertukaran stabil sebagai pendampingan korban
tahap akhir. Hambatan dalam pendampingan korban kekerasan seksual Lembaga
Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh adalah hambatan sosio-antro-psikologis,
hambatan semantik dan hambatan teknik ekologis
Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Penetrasi Sosial, Pendampingan,
Kekerasan Seksual

There has been a significant increase in cases of child sexual abuse in Indonesia. Indonesian society tends to victim blaming and existing laws have not fully fulfilled the rights of victims, making victims of the same perpetrators continue to grow. The purpose of this research is to understanding the determine the application of interpersonal communication through social penetration developed by Irwin Altman and Dalmas Taylor, in advocacy assistance efforts, especially child sexual abuse through 4 stages of the development process in building relationships between individuals. This research uses qualitative methods through data collection techniques of in-depth interviews, non-participant observation and documentation. The results of this study are that the Banda Aceh Legal Aid Institute (LBH) goes through an orientation stage in which there is direct case reporting, ball pickup, and partner cases in accepting victims to be assisted. The affective exploration stage includes case registration, chronology exploration, and legal transparency to build trust and commitment in the assistance process. The affective exchange stage has internal assistance, external referral assistance, and assistance in the police and courts to maintain deep relationships and effective communication. The exchange stage stabilizes as the final stage of victim assistance. The Barriers in assisting victims of sexual violence Legal Aid Institute (LBH) Banda Aceh are socio-anthro-psychological barriers, semantic barriers and ecological technical barriers. Keywords: Interpersonal Communication, Social Penetration, Mentoring, sexual violence

Citation



    SERVICES DESK