<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124273">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN PADA SUNGAI KRUENG ACEH MENGGUNAKAN HEC-RAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Furqan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu penyebab banjir adalah sedimentasi. Sungai Krueng Aceh memiliki debit tinggi yang dapat mengikis tanah di sepanjang tepi sungai dan mengangkut sedimen dalam jumlah besar. Ketika hujan berhenti dan debit menurun, aliran sungai melambat, menyebabkan sedimen mengendap di dasar sungai, membentuk lapisan baru dan mengubah morfologi dasar sungai. Tingkat sedimentasi yang melebihi kedalaman sungai dapat mengurangi kapasitas aliran dan memicu banjir. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui volume sedimen yang terbawa selama kondisi ekstrem seperti banjir sebagai langkah awal mitigasi banjir akibat sedimentasi untuk memprediksi kapan perlu dilakukannya pengerukan atau normalisasi sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah sedimen yang mengendap di Sungai Krueng Aceh dan menganalisis perubahan morfologi dasar sungai. Data primer yang dikumpulkan mencakup sampel sedimen dari lapangan. Data sekunder meliputi Digital Elevation Model (DEM) yang telah dikoreksi, data curah hujan harian dan penampang melintang sungai. Data ini digunakan dalam pemodelan hidrodinamika dan morfodinamika sungai menggunakan software HEC-RAS 6.3.1 dengan metode angkutan sedimen Meyer Peter Muller. Hasil pemodelan menunjukkan degradasi terbesar mencapai 2,701 meter yang merupakan daerah belokan sungai (meander) dan agradasi terbesar mencapai 1,426 meter yang merupakan daerah percabangan antara Sungai Krueng Aceh dengan floodway. Hasil lain yang diperoleh yaitu total muatan sedimen sepanjang sungai Krueng Aceh adalah sebesar 799420,548 ton, menunjukkan perubahan dominan berupa agradasi. Volume total agradasi yang tercatat mencapai 10586300,093 ton, sementara volume degradasi di dasar sungai sebesar 9786879,545 ton. Sehingga mengakibatkan peningkatan elevasi dasar sungai yang berdampak pada pendangkalan dasar sungai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124273</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-05 15:36:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-05 16:04:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>