<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124232">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE L.) TERHADAP OREOCHROMIS NILOTICUS YANG TERINFEKSI PATOGEN STREPTOCOCCUS AGALACTIAE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUSSHABID HALIM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penurunan produksi budidaya ikan nila dapat berkaitan dengan adanya serangan penyakit, terutama akibat serangan bakteri patogen, sehingga mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih dalam pengobatan ikan nila yang terinfeksi patogen Streptococcus agalactiae. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perendaman ikan nila yang telah terinfeksi patogen Streptococcus agalactiae dalam larutan ekstrak daun sirih 0,06 mg/L (PC), 0,08 mg/L (PD), 0,1 mg/L (PE) dan 2 perlakukan lainnya merupakan perlakuan kontrol positif (PB) dan kontrol negatif (PA). Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak daun sirih berpengaruh terhadap gejala klinis, jumlah leukosit, kadar hemoglobin dan nilai survival rate dari ikan nila. Berdasarkan hasil uji lanjut Duncan, perlakuan dengan tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan PE yaitu 90%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan PA dan PD yaitu masing-masing 82,5% dan 85%. Perlakuan PD dan PE menunjukkan kembali stabilnya jumlah leukosit, normalnya nilai hemoglobin, penyembuhan pembengkakkan pada mata (exophthalmia), cepatnya durasi penyembuhan luka pada tubuh dan sirip (hemorrhage).&#13;
Kata kunci: ekstrak daun sirih, Streptococcus agalactiae, Oreochromis niloticus</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISH CULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISH FARMING - FRESHWATER</topic>
 </subject>
 <classification>639.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124232</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-04 22:38:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-05 10:56:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>