<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124209">
 <titleInfo>
  <title>KONTROL OPTIMAL PERTUMBUHAN HAMA TANAMAN PADI DENGAN MELIBATKAN POPULASI LABA-LABA (LYCOSA PSEUDOANNULATA) SEBAGAI PREDATOR ALAMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Desi Br Pandia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hama merupakan predator yang dapat menghambat pertumbuhan serta merusak tanaman padi dari fase vegetatif hingga fase genetatif sehingga mengakibatkan berkurangnya produksi padi pada saat panen. Beberapa jenis hama yang menyerang padi adalah hama penggerek batang,  tikus dan hama wereng. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengendalian terhadap hama penggerek batang, hama tikus dan hama wereng yaitu dengan pemberian pestisida serta adanya predator alami berupa laba-laba yang memangsa hama. Tujuan penelitian ini yaitu dapat meminimumkan jumlah hama dan penggunaan pestisida dengan menerapkan model kontrol optimal. Model kontrol optimal dibangun dari model predator-prey pertumbuhan hama padi, dimana hama sebagai predator (pemangsa) dan padi sebagai prey (dimangsa). Penerapan model kontrol optimal dilakukan dengan pemberian kontrol berupa pestisida ke setiap model pertumbuhan hama dan menambahkan model pertumbuhan laba-laba sebagai predator alami yang hanya memangsa hama penggerek batang dan hama wereng. Hasil dari penelitian menggunakan model kontrol optimal dan dengan adanya pengaruh laba-laba, menunjukkan pengurangan jumlah hama penggerek batang dari tanpa kontrol sekitar 1.031 (juta ekor) menurun menjadi 798 (juta ekor) saat diberikan kontrol. Pada pengendalian hama tikus tanpa adanya pemberian kontrol, populasi tikus menjadi 1.061 (juta ekor) dan setelah diberi kontrol turun menjadi 921,8 (juta ekor). Populasi wereng mengalami penurunan setelah diberi kontrol yaitu dari jumlah populasi 26,48 (juta ekor) turun menjadi 20,46 (juta ekor). Sementara itu, penggunaan pestisida sebagai variabel kontrol dari waktu awal hingga akhir berada di titik maksimum. Hal ini menunjukkan pengendalian hama menggunakan pestisida berfungsi optimal. Akibat adanya kontrol pada hama padi, jumlah produksi dapat meningkat hingga 102 (juta rumpun) lebih banyak dari tanpa kontrol. Saat dilihat dari pengaruh laba-laba terhadap pertumbuhan hama penggerek batang dan hama wereng, menunjukkan bahwa laba-laba memberikan pengaruh dalam menurunkan jumlah hama, tetapi pemberian pestisida lebih optimal dalam menurunkan jumlah hama pada penelitian ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124209</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-04 14:57:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-04 15:38:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>