<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124201">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT KERENTANAN RANTAI PASOK PADA PROYEK KONSTRUKSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fajrina Musfirah Fatihah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Semakin berkembangnya perusahaan dibidang industri tentu akan diikuti dengan semakin kompleks dan luasnya aktivitas pengadaan dan persediannya. Tentunya hal ini dapat menimbulkan permasalahan baru, seperti menghasilkan desain rantai pasok yang buruk dimana dapat mengakibatkan meningkatnya biaya pelaksanaan proyek hingga 10% dari biaya yang telah ditetapkan. Maka dari itu, rantai pasok sangatlah penting bagi penyedia jasa konstruksi. Dalam penilaian kerentanan rantai pasok, perlu diketahui terlebih dahulu faktor-faktor kerentanan rantai pasok. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan rantai pasok pada proyek konstruksi. Ruang lingkup penelitian ini adalah 11 kontraktor berkualifikasi besar yang ada di Provinsi Aceh. Metode pada penelitian ini terdiri dari tiga tahap. Pertama, validasi indikator kerentanan oleh ahli yang terdiri dari 5 ahli dan pembobotan faktor kerentanan rantai pasok terhadap kuesioner AHP dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua, hasil penilaian indikator kerentanan oleh kontraktor diolah dengan metode analisis deskriptif. Ketiga, analisis tingkat kerentanan rantai pasok dengan mengalikan skor dan bobot AHP untuk mendapatkan total skor yang kemudian didapatkan tingkat kerentanan rantai pasok pada proyek konstruksi. Dari hasil penelitian didapatkan 4 faktor kerentanan dari setiap kriteria dengan bobot tertinggi diantaranya faktor kerentanan personil (X3) dengan bobot 0,42, faktor gangguan pemasok/pelanggan (X5) dengan bobot 0,35, faktor kerentanan lingkungan (X8) dengan bobot 0,40, dan faktor kerentanan likuiditas (X11) dengan bobot 0,73. Sehingga didapatkan bahwa tingkat kerentanan rantai pasok pada proyek konstruksi di provinsi Aceh berada ditingkat sedang dengan total skor sebesar 2,91 yang bermakna adanya potensi gangguan dari segi keuangan, kurangnya keterampilan atau keahlian tenaga kerja, dan  ketergantungan terhadap pemasok tertentu yang dapat mempengaruhi kinerja proyek konstruksi di Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124201</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-04 13:34:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-04 15:45:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>