<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124199">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LIMBAH KACA SEBAGAI SUBTITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS DAN PENAMBAHAN ABU PELEPAH PISANG TERHADAP KUAT TEKAN BETON</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ARYADI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan beton yang semakin meningkat tiap tahunnya, memaksa manusia untuk terus mengeksploitasi sumber daya alam demi tercapainya kebutuhan tersebut. Di sisi lain, limbah akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk, seperti limbah kaca dan pelepah pisang. Limbah kaca dapat digunakan sebagai alternatif lain untuk agregat halus karena mengandung SiO2, NaO2, dan CaO lebih dari 70%. Abu pelepah pisang memiliki potensi bahan tambah alternatif kuat tekan beton karena mengandung silika sebesar 52,72%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Konstruksi dan Bahan Bangunan Program Studi Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala. Faktor air semen yang dipakai adalah 0,52 yang didapatkan dari mix design. Variasi penggunaan limbah kaca yang diuji adalah 5%, 10%, dan 15%, serta variasi penggunaan abu pelepah pisang adalah 0%, dan 2%. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA). Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan pada variasi beton normal sebesar 32,38 MPa. Pada subtitusi 0% limbah kaca dan penambahan 2% abu pelepah pisang diperoleh nilai kuat tekan 33,15 MPa. Pada subtitusi 5% limbah kaca dan penambahan 0% abu pelepah pisang diperoleh nilai kuat tekan 37,47 MPa. Pada subtitusi 5% limbah kaca dan penambahan 2% abu pelepah pisang diperoleh nilai kuat tekan 39,02 MPa. Pada subtitusi 10% limbah kaca dan penambahan 0% abu pelepah pisang diperoleh nilai kuat tekan 35,97 MPa. Pada subtitusi 10% limbah kaca dan penambahan 2% abu pelepah pisang diperoleh nilai kuat tekan 37,21 MPa. Pada subtitusi 15% limbah kaca dan penambahan 0% abu pelepah pisang diperoleh nilai kuat tekan 32,52 MPa. Pada subtitusi 15% limbah kaca dan penambahan 2% abu pelepah pisang diperoleh nilai kuat tekan 36,62 MPa. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada subtitusi 5% limbah kaca dan penambahan 2% abu pelepah pisang dengan rasio peningkatan kuat tekan terhadap beton normal sebesar 20,51%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124199</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-04 13:29:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-04 15:37:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>