<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124123">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN KEWAJIBAN NOTARIS MEMBACAKAN AKTA AUTENTIK DI HADAPAN PARA PIHAK (SUATU PENELITIAN DI BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Baihaqi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Magister Kenotariatan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PELAKSANAAN KEWAJIBAN NOTARIS MEMBACAKAN&#13;
AKTA AUTENTIK DI HADAPAN PARA PIHAK&#13;
(Suatu Penelitian di Banda Aceh) &#13;
 &#13;
Baihaqi*&#13;
&#13;
Sanusi** &#13;
1&#13;
Novi Sri Wahyuni***&#13;
 &#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Akta autentik ialah alat bukti yang sengaja dibuat oleh notaris untuk proses&#13;
pembuktian perdata di pengadilan. Pembuatan akta autentik sedianya dilaksanakan&#13;
dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris&#13;
(selanjutnya disingkat UUJN). Salah satu kewajiban notaris Pasal 16 ayat (1) huruf&#13;
m UUJN, dalam pembuatan akta autentik adalah membacakan di hadapan para&#13;
pihak. Hanya saja, kewajiban ini tidak selalu dipenuhi oleh notaris sehingga&#13;
memunculkan ketidakpastian dan pertanggungjawaban hukum.&#13;
Penelitian ini hendak mengetahui dan menganalisis pelaksanaan kewajiban&#13;
notaris dalam membacakan akta autentik di hadapan para pihak di Kota Banda&#13;
Aceh, mengetahui/menjelaskan alasan notaris tidak melaksanakan kewajiban&#13;
pembacaan akta autentik di hadapan para pihak di Kota Banda Aceh, mengetahui&#13;
dan menganalisis penerapan sanksi terhadap notaris yang tidak membacakan akta&#13;
autentik di hadapan para pihak. &#13;
Penelitian ini dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan undangundang&#13;
(statute approach),pendekatan konseptual (conceptual approach), dan juga pendekatan&#13;
kualitatif (qualitative approach). Adapun jenis atau tipe penelitian yaitu penelitian hukum&#13;
empiris, yakni meneliti secara langsung gejala hukum, khususnya pelaksanaan kewajiban&#13;
notaris dalam membacakan autentik di hadapan para pihak di Kota Banda Aceh. &#13;
Data penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber, dengan teknik wawancara, studi dokumentasi, penelusuran kepustakaan. Sementara sifat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive-analysis.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembacaan akta &#13;
autentik di hadapan para pihak merupakan kewajiban notaris sebagaimana diatur&#13;
dalam Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN. Data empiris menunjukkan bahwa terdapat&#13;
notaris tidak melaksanakan kewajibannya dalam membaca akta autentik. Fakta ini&#13;
selaras dengan keterangan narasumber penelitian bahwa problem pembuatan akta&#13;
selama ini memunculkan masalah hukum dalam konteks pembacaan akta autentik.&#13;
Ditemukan kasus di Kota Banda Aceh bahwa notaris tidak menjalankan&#13;
kewajibannya dalam membacakan akta di depan para pihak. Persoalan yang muncul&#13;
adalah pelanggaran terhadap Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN tersebut belum pernah&#13;
diselesaikan MPD dan MPW di Aceh karena tidak ada pelaporan yang dilakukan &#13;
 oleh para penghadap. Hal tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum dalam&#13;
pelaksanaan pembacaan akta autentik seperti diamanahkan di dalam UUJN. Alasan&#13;
notaris tidak menjalankan kewajiban membaca akta yang pernah ditangani oleh&#13;
MPD Notaris Kota Banda Aceh karena tidak adanya waktu yang cukup yang&#13;
dimiliki Notaris. Di dalam tinjauan tanggung jawab hukum, notaris dapat dibebani&#13;
konsekuensi berupa sanksi atas dilanggarnya norma hukum UUJN. Penerapan&#13;
sanksi terhadap notaris yang tidak membacakan akta autentik di depan para pihak&#13;
adalah sanksi administratif. Pembacaan akta ialah peristiwa hukum yang diatur&#13;
dalam UUJN. Konsekuensi dari tidak dijalankannya kewajiban pembacaan akta&#13;
dapat berlanjut kepada tanggung jawab hukum berupa sanksi hukuman berbentuk&#13;
administratif. Penetapan sanksi administratif dilakukan secara berjenjang yang&#13;
proses awalnya mulai dari MPD, kemudian dilanjutkan oleh MPW, diusulkan pada&#13;
MPP, ditindaklanjuti Menteri Hukum dan HAM. Wewenang penetapan sanksi&#13;
hanya diberi kepada MPW dan Menteri Hukum dan HAM. MPW hanya&#13;
menetapkan sanksi teguran lisan/tertulis setelah adanya rekomendasi/usulan dari&#13;
MPD. Menteri berwenang menetapkan sanksi administratif pemberhentian&#13;
sementara selama 3 bulan sampai 6 bulan, serta pemberhentian dengan tidak hormat&#13;
setelah sebelumnya mendapatkan usulan dari MPP. Berdasarkan data di lapangan,&#13;
MPD dan MPW Aceh belum pernah menetapkan sanksi hukum bagi notaris yang&#13;
tidak menjalankan kewajiban membacakan akta autentik, namun di luar Kota Banda&#13;
Aceh pernah ada kasus penetapan sanksi teguran dan pemberhentian sementara bagi&#13;
notaris. &#13;
Penelitian ini merekomendasikan agar notaris melaksanakan semua&#13;
kewajiban yang ditetapkan dalam UUJN. Bagi MPD, perlu melakukan pengawasan&#13;
dan pembinaan berkala terhadap notaris. Bagi pemerintah, terutama bagi&#13;
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, idealnya membentuk kebijakan&#13;
hukum terkait skema dan mekanisme pengawasan dan skema penindakan bagi&#13;
notaris yang melanggar kode etik dan kewajiban hukum yang diatur dalam UUJN.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Kewajiban Notaris, Membacakan Akta, Di Hadapan Para Pihak</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DEEDS</topic>
 </subject>
 <classification>346.043 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124123</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-03 10:32:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-03 10:56:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>