<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124093">
 <titleInfo>
  <title>PENGALAMAN IBU DALAM MEMBERIKAN STIMULASI PERKEMBANGAN RENDAH PADA ANAK 18-24 BULAN DENGAN STUNTING DI KABUPATEN KARIMUN KEPULAUAN RIAU:</title>
  <subTitle>SUATU STUDI FENOMENOLOGI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suyani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister  Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penanganan stunting tidak hanya mencakup intervensi nutrisi, namun membutuhkan stimulasi perkembangan yang optimal, khususnya dari ibu sebagai caregiver utama. Namun, masih banyak ibu dengan anak stunting yang tidak memberikan stimulasi perkembangan dengan baik, sehingga berdampak pada terhambatnya perkembangan anak sesuai usia. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan rendah pada anaknya yang berusia 18-24 bulan dengan stunting di Kabupaten Karimun Kepulauan Riau dengan menerapkan desain deskriptif fenomenologi, menggunakan in-depth interview pada delapan ibu sebagai partisipan utama, dan melibatkan kepala puskesmas, penanggung jawab program, bidan desa dan kader sebagai partisipan pendukung. Analisa data dilakukan dengan metode Miles dan Hubberman, dan memunculkan 12 tema, yaitu: 1) perkembangan sebagai kecerdasan, kemampuan bicara, dan bermain, 2) kekhawatiran perkembangan, 3) stimulasi berfokus pada motorik kasar, 4) menstimulasi perkembangan bicara dengan bermain, bernyanyi, bercerita, dan pemenuhan kebutuhan, 5) menciptakan lingkungan  bermain yang aman, 6) melibatkan keluarga, 7) keterbatasan waktu, finansial dan dukungan, 8) dukungan keluarga, 9) dukungan pelayanan kesehatan, 10) perlunya permainan, 11) pemantauan perkembangan di rumah, 12) fokus pelayanan kesehatan hanya pada pertumbuhan. Penelitian memperlihatkan pemahaman ibu yang terbatas tentang stimulasi perkembangan, praktik stimulasi perkembangan belum adekuat dengan berbagai hambatan dan keterbatasan, dukungan, serta perlunya pelayanan kesehatan yang berfokus pada stimulasi perkembangan. Diharapkan pada perawat komunitas, Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk menerapkan program kesehatan individu dan masyarakat dalam meningkatkan stimulasi perkembangan anak stunting di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124093</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-02 16:13:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-02 16:25:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>