<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="124065">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI PARASIT GASTROINTESTINAL PADA RUSA TUTUL (AXIS AXIS) DI TAMAN RUSA ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairan Nisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Taman Rusa adalah Lembaga konservasi (ex-situ) yang berfokus pada perawatan, pemeliharaan, dan koleksi berbagai satwa, termasuk yang dilindungi dan tidak dilindungi, untuk tujuan pelestarian. Pemeliharaan rusa tutul (ex-situ) diluar habitat aslinya sering menghadapi kendala seperti penyakit akibat kondisi lingkungan yang tidak sesuai, salah satunya diakibatkan oleh parasit. Saluran pencernaan rusa sangat rentan terhadap infeksi parasit gastrointestinal seperti cacing dan protozoa, yang dapat merusak mukosa usus dan memengaruhi fisiologi rusa, menyebabkan penurunan berat badan, reproduksi, aktivitas, serta meningkatkan stres, luka, dan agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parasit gastrointestinal pada rusa tutul di Taman Rusa Aceh Besar. Sampel yang digunakan berupa feses segar dari tujuh rusa tutul (tiga jantan dan empat betina), diambil tiga kali dengan interval waktu dua minggu. Feses homogen disimpan di dalam plastik zip berisi formalin 10% dengan perbandingan 1:1, kemudian disimpan di ice box sebelum dipindahkan ke lemari pendingin. Metode pemeriksaan cacing menggunakan sentrifus dan Parfitt and Banks, sedangkan untuk protozoa digunakan metode modified Zielh Neelsen dan sedimentasi formol-eter. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan adanya lebih dari satu jenis parasit gastrointestinal pada rusa tutul. Semua sampel terinfeksi Moniezia expansa, dengan dua rusa mengalami infeksi tunggal dan lima rusa terinfeksi ganda. Ditemukan infestasi parasit dari kelas cestoda berupa Moniezia expansa, nematoda berupa Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., dan Strongyloides sp., serta protozoa berupa Eimeria sp. dan Paramecium sp.&#13;
&#13;
&#13;
                                                                                                                                                                                                                                    &#13;
Kata kunci: Cestoda, nematoda, parasit gastrointestinal, protozoa, rusa tutul&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>124065</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-02 11:51:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-02 12:07:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>