<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123981">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HATI TIKUS PUTIH SPRAGUE DAWLEY JANTAN MODEL DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN (HISTOPATHOLOGICAL OVERVIEW OF THE LIVER IN MALE  SPRAGUE DAWLEY RATS AS A TYPE 2 DIABETES MELLITUS MODEL INDUCED BY STREPTOZOTOCIN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VANESA SYAHRANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HATI TIKUS PUTIH SPRAGUE DAWLEY JANTAN MODEL DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah bentuk paling umum dari diabetes yang salah satu komplikasinya dapat menyebabkan gangguan fungsi hati. Peningkatan kadar gula darah yang terjadi sebagai indikasi adanya DM Type 2 diperoleh melalui induksi streptozotocin (STZ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologis hati tikus putih Sprague Dawley jantan sebagai model DM tipe 2 yang diinduksi streptozotocin (STZ). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental murni menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tipe post-test only control group design. Tikus jantan strain Sprague Dawley yang digunakan berusia ±1,5 bulan dengan berat badan ±150 gram, dibagi menjadi kelompok: K+ dengan diet tinggi lemak, P1 dengan diet tinggi lemak dan STZ dosis 20 mg/kg BB, P2 dengan diet tinggi lemak dan STZ dosis 30 mg/kg BB, serta P3 dengan diet tinggi lemak dan STZ dosis 40 mg/kg BB. Pakan diet tinggi lemak diberikan selama 14 hari setelah tikus dilakukan aklimatisasi selama 7 hari. Selanjutnya tikus diperiksa kadar glukosa darah dan dilakukan induksi STZ sesuai perlakuan yang diinjeksikan secara intraperitoneal. Perlakuan dilakukan selama 56 hari dan dilakukan pengoleksian sampel hati untuk pembuatan preparat histopatologis. Data yang diperoleh dari pengamatan histopatologis berupa degenerasi lemak dan nekrosis dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) pola satu arah guna mengetahui perbedaan rata-rata yang dihasilkan antar kelompok perlakuan yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil rata-rata sel yang mengalami degenerasi pada perlakuan dengan dosis 0 mg, 20 mg, 30 mg dan 40 mg berturut-turut yaitu 32,00;  37,60; 38,80; dan 46,60 sementara nekrosis yaitu 19,20; 33,00; 37,20; dan 46,40. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa induksi STZ dapat memengaruhi gambaran histopatologis hati tikus putih Sprague Dawley jantan dengan dosis 40 mg/kg BB sebagai dosis terbaik untuk induksi DMT2 (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123981</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-01 09:58:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-01 10:23:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>