<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123972">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MIKROSTRUKTUR BETON YANG RUSAK AKIBAT SERANGAN NACL DAN NA2SO4 MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPY (SEM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yella Aprilia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanah diatomae dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada semen dalam pembuatan beton. Penelitian ini berfokus pada penyelidikan dan evaluasi ketahanan campuran pasta semen dan beton mutu tinggi yang melibatkan tanah diatomae sebagai opsi yang tahan terhadap efek natrium klorida (NaCl) dan natrium sulfat (Na2SO4). Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berupa kubus beton dengan panjang sisi 50 mm x 50 mm x 50 mm dengan jumlah total 12 buah. Benda uji yang telah mencapai usia 28 hari direndam kembali dalam air tawar sebagai kontrol dan di dalam larutan NaCl dan Na2SO4 dengan konsentrasi 10% selama periode 4 bulan. Pengamatan dan pengujian setiap variasi terhadap benda uji pasta semen dan beton mutu tinggi adalah perubahan massa, perubahan kuat tekan dan mikrostruktur beton dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Kehilangan massa paling minimum untuk perendaman air tawar, NaCl, dan Na2SO4 terjadi pada beton mutu tinggi dengan campuran tanah diatomae sebesar 15%  dari berat semen secara berturut-turut, yaitu 0,03%, 0,09%, dan 0,26%. Kuat tekan paling kecil akibat serangan NaCl adalah 50,42 MPa yaitu pada beton mutu tinggi tanpa tambahan tanah diatomae sedangkan kuat tekan paling kecil untuk serangan Na2SO4 sebesar 40,49 MPa yang juga terjadi pada beton mutu tinggi tanpa tambahan diatomae, hal ini menunjukkan beton mutu tinggi  masih tercapai setelah mendapatkan serangan dari larutan NaCl dan Na2SO4 selama 4 bulan perendaman. Hasil SEM menunjukkan bahwa penambahan tanah diatomae sebesar 20% untuk pasta semen dan 15% untuk beton mutu tinggi meningkatkan pembentukan matriks hidrasi semen, yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap serangan natrium klorida dan natrium sulfat. Dalam kondisi serupa, beton tanpa tanah diatomae menunjukkan pengaruh yang lebih besar terhadap degradasi, terutama oleh larutan natrium sulfat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123972</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-30 22:13:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-01 09:37:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>