Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
VALUASI KONFLIK GAJAH SUMATERA DENGAN MANUSIA DI GAMPONG ALUR GADING KABUPATEN BENER MERIAH
Pengarang
AFRIDA SINTAMI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1806103010035
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Biologi., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Afrida Sintami. (2024). Valuasi konflik Gajah Sumatera dengan Manusia di Gampong Alur Gading Kabupaten Bener Meriah. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Abdullah., M.Si., dan Dra. Asiah MD., M.P.
Meningkatnya populasi manusia berdampak pada meluasnya pembangunan di berbagai sektor. Akibatnya konflik Gajah Sumatera dan manusia sering terjadi dan menyebabkan kerusakan pada komoditas perkebunan dan bangunan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui jenis kerusakan dan menghitung besar valuasi kerusakan akibat konflik Gajah Sumatera dengan Manusia. Pengumpulan data dilakukan bulan Juli 2023. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian berjumlah 37 responden. Data dikumpulkan berdasarkan observasi langsung dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dan dihitung menggunakan rumus kerusakan perkebunan dan kerusakan bangunan. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat dua jenis kerusakan yaitu kerusakan komoditas Perkebunan dan kerusakan bangunan. Jenis tanaman yang rusak yaitu pinang, pisang, durian, tebu, jagung, kelapa sawit dan kopi dan kerusakan bangunan yaitu rusaknya 4 rumah kebun. Luas lahan yang mengalami kerusakan seluas 10,96 ha. Besar valuasi kerusakan komoditas perkebunan sebesar 158.438.000 dan bangunan sebesar 6.000.000. Kesimpulan penelitian yaitu Jenis kerusakan akibat konflik antara Gajah Sumatera dengan Manusia yaitu kerusakan pada komoditas perkebunan dan bangunan. Jenis komoditas perkebunan dirusak dan dimakan paling banyak dari famili Arecaceae (pinang dan sawit), kemudian dari famili Musaceae (pisang), famili Poaceae (jagung dan tebu), famili Malvaceae (durian), dan komoditas dirusak dari famili Rubiaceae (kopi). Sedangkan kerusakan pada bangunan berupa rusaknya 4 rumah kebun. Besar valuasi (penilaian) akibat konflik pada komoditas perkebunan sebesar Rp158.438.000 dan kerusakan pada rumah kebun yaitu sebesar Rp6.000.000.
Kata kunci: Gajah Sumatera, Valuasi, Gampong Alur Gading
ABSTRACT Afrida Sintami. (2024). Valuation of conflict between Sumatran Elephants and Humans in Gampong Alur Gading, Bener Meriah Regency. [Script. Syiah Kuala University]. Under direction of Dr. Abdullah., M.Si., and Dra. Asiah., MD. M.P. The increase in human population has an impact on the expansion of development in various sectors. As a result, conflicts between Sumatran elephants and humans often occur and cause damage to plantation commodities and buildings. The aim of the research is to determine the type of damage and calculate the amount of damage resulting from the conflict between Sumatran Elephants and Humans. Data collection was carried out in July 2023. The research approach was quantitative descriptive. The sample in the study consisted of 37 respondents. Data was collected based on direct observation and interviews. The data was analyzed descriptively and calculated using the formula for plantation damage and building damage. The research results showed that there were two types of damage, namely damage to plantation commodities and damage to buildings. The types of crops damaged were areca nut, banana, durian, sugar cane, corn, palm oil and coffee and damage to buildings was the destruction of 4 garden houses. The area of land damaged was 10.96 ha. The valuation of damage to plantation commodities was 158.438.000 and buildings was 6.000.000. The research conclusion is that the type of damage caused by conflict between Sumatran elephants and humans is damage to plantation commodities and buildings. The most types of plantation commodities damaged and eaten were those from the Arecaceae family (areca nut and palm oil), then those from the Musaceae family (bananas), the Poaceae family (corn and sugar cane), the Malvaceae family (durian), and commodities damaged from the Rubiaceae family (coffee). Meanwhile, damage to buildings included the destruction of 4 garden houses. The valuation (assessment) due to conflict on plantation commodities was IDR 158.438.000 and damage to the garden house was IDR 6.000.000. Keywords: Sumatran Elephant, Valuation, Gampong Alur Gading
EFEKTIVITAS KEBERADAAN BARRIER ALAMI DAN BUATAN PADA HABITAT GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI KAWASAN ALUR GADING KABUPATEN BENER MERIAH (FERDIAN NOFRIZAL, 2024)
EFEKTIVITAS MITIGASI PETASAN DAN OBOR API PADA KONFLIK GAJAH DENGAN MANUSIA DI GAMPONG ALUR GADING KABUPATEN BENER MERIAH (FARAH SAFIRA, 2024)
STUDI POTENSI KELAYAKAN PEMBUATAN KOLAM GARAM (SALTLICKS) PADA HABITAT GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS TEMMICK, 1847) DI ALUR GADING KABUPATEN BENER MERIAH (Fitri Setiawati, 2024)
KARAKTERISTIK HABITAT GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI KAWASAN DATARAN TINGGI ALUR GADING KABUPATEN BENER MERIAH (BUDI HARDIANSYAH, 2024)
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK GAJAH DAN MANUSIA BERDASARKAN INTENSITAS KONFLIK DI DESA SEUMANAH JAYA, KABUPATEN ACEH TIMUR (Nur Azizah, 2022)