<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123957">
 <titleInfo>
  <title>UJI TOKSISITAS AKUT CAMPURAN EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE, KUNYIT, PELEPAH SERAI DAN BIJI HABBATUSSAUDA TERHADAP ANATOMI MENCIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSABILA AL CHUSNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemanfaatan tanaman herbal seperti jahe (Zingiber officinale Rosc.,), kunyit (Curcuma longa L.), serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) dan habbatussauda (Nigella sativa L.) telah banyak dimanfaatkan sebagian masyarakat Indonesia secara turun-temurun. Namun untuk penggunaan kombinasi dari keempat tanaman ini secara luas diperlukan bukti ilmiah mengenai keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas campuran ekstrak etanol rimpang jahe, kunyit, pelepah serai dan biji habbatussauda (JKSH) berdasarkan pengamatan gejala toksik, perubahan anatomi mencit (Mus musculus L.) dan mengetahui tingkat toksisitas melalui perhitungan LD50. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan &#13;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol, campuran ekstrak etanol rimpang jahe, kunyit, pelepah serai dan biji habbatussauda (JKSH) dengan dosis 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, 3000 mg/kgBB, 4000 mg/kgBB dan 5000 mg/kgBB yang diberikan secara oral. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa kandungan dari campuran ekstrak etanol JKSH yaitu alkaloid, flavonoid, terpenoid, fenolik dan tanin. Berdasarkan pemberian campuran ekstrak JKSH menimbulkan perubahan tingkah laku pada mencit, seperti aktivitas motorik (dosis 1000 mg/kgBB hingga 5000 mg/kgBB), kejang (dosis 3000 mg/kgBB hingga 5000 mg/kgBB), reaksi tidak jelas dan agresif (dosis 4000 mg/kgBB dan 5000 mg/kgBB). Pemberian campuran ekstrak etanol JKSH mempengaruhi berat badan hewan uji setelah 14 hari pengamatan. Pemberian dosis 1000 mg/kgBB hingga 5000 mg/kgBB mengalami kenaikan berat badan. Pemberian campuran ekstrak etanol JKSH dosis 5000 mg/kgBB meningkatkan berat relatif organ hati dan limpa serta penurunan berat relatif organ ginjal dan jantung. Warna semua jenis organ pasca perlakuan terdapat perbedaan signifikan dibandingkan kontrol. Pemberian campuran ekstrak etanol JKSH tidak menyebabkan kematian pada hewan uji sehingga dinyatakan dengan LD50 semu dan termasuk dalam kategori tidak beracun sehingga campuran ekstrak JKSH aman digunakan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123957</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-27 21:19:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-28 15:28:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>