<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123949">
 <titleInfo>
  <title>UJI PERFORMANSI PENGERING TIPE BAK DENGAN PIPA PERFORASI PADA RUANG PENGERING UNTUK PENGERINGAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Basyirul Walad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi  merupakan  memegang peranan penting dalam  industri  di  Indonesia. Iaju perkembangan areal kopi di Indonesia rata-rata mencapai sebesar I,9 -2,2 % per tahun. Pesatnya laju perkemabangan areal kopi  di  Indonesia tidak dibarengi dengan  peningkatan  mutu  biji  kopi  yang  dihasilkan.  Hal  ini  diakibatkan  oleh proses penanganan pasca panen yang kurang baik. Pengeringan merupakan salah satu  mata  rantai  pasca panen  kopi  yang  berperan  dalam   menentukan  kadar air kopi.  Penggunaan  alat  tipe  bak  untuk  pengeringan  biji  kopi  memiliki  kendala yaitu   udara   panas  yang  masuk   ke  dalam   ruang  pengering  terhambat   oleh tumpukan biji kopi, sehingga udara panas tidak  mengalir secara merata ke dalam ruang   pengering.    Penambahan   pipa   perforasi   di   dalam   ruang   pengering diharapkan mampu menyalurkan udara panas secara merata.&#13;
          Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui kineria alat pengering tipe bak  dengan  tambahan   pipa  perforasi  untuk  pengeringrn  kopi   arabika  yang meliputi  distribusi   suhu  pada  ruang  pengering,   penurunan  kadar  air  bahan,&#13;
kapasitas keria pengering dan efisiensi pengeringan.&#13;
          Berdasarkan hasil penelitian, distribusi suhu pada ruang pengering dengan penanbahan  pipa  perforasi  berkisar  antara  5545°C.  Alat  pengering  tipe  bak  dengan tambahan pipa perforasi dapat mengeringkan kopi ambika dalam  waktu 18 jam hingga mencapai rota-rata kadar air 12,5% bb. Kopi arabika yang dikeringkan  menggunakan alat pengering  tipe bak dengan tamhahan pipa perforasi memilikj kadar air yang relatif seragam. Sampel biji kopi arabika bagian bawah  dengan KA 13,76%bb, pada bagian tengah dengan KA  12,28%bb,  dan bagian atas diperoleh KA 1 I,52%bb.  Pengering  tipe   bak  dengan  tanbahan  pipa  perforasi  mampu mengeringkan  49,66  kg  kopi  arabika  dengan  kapasitas  keria  alat   pengering sebesar  2,75  kg/jam  selama  18 jam  pengeringan.  Efisiensi  pengering tipe  bak dengan tamhahan pipa  perforasi untuk pengeringan kopi arabika sebanyak 49,66 kg adalah 40,65%. Konsumsi bahan bakar yang terpakai  selama proses uji kosong adalah  sebesar 7  liter,  dalam waktu  8 jam.  Konsumsi  bahan  bakar pada proses pengeringan  dengan beban adalah sebesar 18.5 liter, dalam waktu 18 jam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123949</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-27 16:13:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-27 16:13:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>