<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123948">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POSTUR PEKERJA MAKE-UP ARTIST (MUA) MENGGUNAKAN METODE STANDARD NORDIC QUISTIONAIRE (SNQ) DAN RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) (STUDI KASUS DI KABUPATEN ACEH SELATAN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Lirma Saputri Asda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Postur kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktifitas kerja, karena bekerja dengan postur janggal dapat menyebabkan masalah ergonomi terutama cedera otot pada tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja Make-up artist (MUA) di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode (SNQ) untuk mengidentifikasi keluhan musculoskeletal dan (REBA) dengan bantuan software ergofellow untuk menilai postur kerja. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 80% pekerja MUA mengalami keluhan musculoskeletal, dengan keluhan paling sering pada bagian pinggang, bahu, dan leher. Nilai postur kerja pekerja MUA dikategorikan sebagai risiko tinggi (skor REBA &gt; 11) pada beberapa aktivitas, seperti saat membersihkan wajah dan memasang bulu mata. Faktor risiko yang menyebabkan postur kerja tidak ergonomis seperti durasi kerja yang lama (2-3 jam per klien), dengan posisi tubuh yang dinamis. Kurangnya fasilitas kerja yang ergonomis. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan beberapa solusi untuk memperbaiki postur kerja MUA, antara lain memberikan solusi postur tubuh yang baik saaat bekerja dan perancangan kursi kerja yang ergonomis sehingga dapat membantu MUA untuk menjaga postur tubuh yang optimal selama bekerja dan mengurangi resiko musculoskeletal. Dengan adanya kursi kerja yang sesuai rancangan, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kesehatan pekerja MUA serta mengurangi keluhan yang selama ini dialami.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123948</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-27 16:05:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-27 16:19:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>