IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN KERUGIAN PADA KOMPONEN BANGUNAN RUMAH TINGGAL DENGAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG AKIBAT GEMPA BUMI DI KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN KERUGIAN PADA KOMPONEN BANGUNAN RUMAH TINGGAL DENGAN TINGKAT KERUSAKAN SEDANG AKIBAT GEMPA BUMI DI KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

KKHAIRA ULFAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0704101010124

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Provinsi Aceh termasuk salah satu wilayah yang rawan gempa karena terletak pada batas lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Salah satu peristiwa gempa di Aceh adalah gempa di Kabupaten Bener Meriah yang terjadi pada 2 Juli 2013. Salah satu dampak dari peristiwa gempa bumi yang jelas terlihat secara fisik adalah kerusakan bangunan. Kerusakan ini bisa terjadi dengan tingkat kerusakan ringan, sedang, hingga berat, dan terjadi pada komponen struktur, ataupun nonstruktur. Penelitian ini mengidentifikasi komponen rusak, pola kerusakan dan nilai kerugian pada bangunan rumah tinggal permanen berlantai satu dengan tingkat kerusakan sedang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari survei BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bener Meriah. Data ini terdiri dari keterangan lokasi, jumlah rumah yang rusak, dan pengelompokan tingkat kerusakan. Data volume kerusakan dan nilai kerugian diperoleh dari laporan investigasi kerusakan bangunan rumah, yang dikeluarkan oleh Jurusan Teknik Sipil Unsyiah, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah. Hasil penelitian ini menunjukkan 11,13% dari total 3610 rumah mengalami kerusakan sedang. Kerusakan sedang paling banyak terjadi di kecamatan Wih Pesam (194 unit rumah) dan paling sedikit di kecamatan Bandar (4 unit rumah). Komponen bangunan rumah yang dominan mengalami kerusakan adalah pada komponen nonstruktur, (dinding dan plesteran) dengan pola kerusakan retak, pecah dan roboh sebagian. Nilai kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan sedang ini adalah sebesar Rp 5,109,421,561 dengan rata-rata Rp 12,710,004 untuk setiap rumah. Diharapkan penelitian sejenis oleh peneliti lain agar mengumpulkan data baik gambar ataupun ukuran secara langsung dari lapangan untuk mendapatkan data yang jelas,akurat dan lebih terinci dengan baik.


Kata Kunci : Kerusakan, rumah tinggal, rusak sedang, gempa bumi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK