<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123898">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN ANGKUTAN SEDIMEN PADA SUNGAI KRUENG PEUTO MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS 6.1</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Istiqfarah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sedimentasi merupakan proses penumpukan material di suatu tempat yang diangkut oleh tenaga air maupun angin. Sedimentasi banyak terjadi pada alur Sungai Krueng Peuto. Sedimentasi yang terjadi di sungai menyebabkan berkurangnya kapasitas tampungan sungai yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rating curve sedimen dan model angkutan sedimen yang terjadi pada Sungai Krueng Peuto. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data sampel sedimen dasar, sampel sedimen melayang, hidrometri, debit banjir rencana, geometri sungai, dan kekasaran sungai. Penelitian ini memodelkan angkutan sedimen yang terjadi pada Sungai Krueng Peuto berbasis aplikasi HEC-RAS 6.1. Hasil penelitian diperoleh nilai tegangan geser aliran (τ_0) &gt; tegangan geser kritis (τ_c) yang memberikan informasi bahwa memang terjadi angkutan sedimen pada Sungai Krueng Peuto. Dari grafik rating curve sedimen diperoleh persamaan regresi senilai Qs = 0,014Qw^2 – 4,485Qw (hulu) dan Qs = 0,0093Qw^2 + 4,653Qw (hilir). Nilai koefisien determinasi (R^2) masing-masing sebesar 0,9957 (hulu) dan 0,9995 (hilir). Pemodelan angkutan sedimen berupa perubahan dasar saluran pada titik tinjauan bagian hulu yakni STA 200 terjadi degradasi sebesar 0,7605 m dan pada titik tinjauan hilir STA 5 terjadi agradasi sebesar 0,0851 m. Hasil pemodelan memperlihatkan bagian hilir Sungai Krueng Peuto mengalami limpasan dengan tinggi rata-rata 0,8 m.  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak terkait agar dapat mencegah dan menanggulangi dampak buruk sedimentasi yang terjadi di Sungai Krueng Peuto.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123898</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-26 15:16:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-26 15:20:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>