Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PATOLOGI BIROKRASI PADA PELAYANAN PUBLIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Muhammad Hanif - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Bustami Usman - 195912311985011001 - Dosen Pembimbing I
Helmi - 198804272023211018 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1910104010047
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pelaksanaan kualitas pelayanan publik diatur secara rinci dalam Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 2009 tentang Komponen Standar Pelayanan yang memegang
peranan krusial dalam memastikan keberhasilan sistem birokrasi. Namun, patologi
birokrasi menjadi sorotan utama sebagai permasalahan sosial yang merusak
integritas dan kualitas dalam pelayanan publik. Rumah Sakit Umum Daerah
Meuraxa menjadi subjek penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk
menggambarkan variasi patologi birokrasi dalam pelayanan publik di Rumah Sakit
Umum Daerah Meuraxa. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada upaya yang
telah dilakukan untuk mengatasi patologi birokrasi tersebut. Dalam analisisnya,
penelitian ini menggunakan teori pelayanan publik sebagai landasan utama. Hasil
penelitian mengindikasikan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa
menghadapi sejumlah patologi birokrasi, mencakup kurangnya profesionalisme
dalam pelayanan dan ketidakresponsifan para pegawai. Keluhan utama mencakup
pelayanan tidak adanya informasi yang cukup jelas terkait kapan jadwal dokter
visite, pergantian shift perawat yang tidak dilaporkan secara berkala di samping itu
juga terdapat permasalahan tentang pembengkakkan biaya parkir hingga sampai ke
permasalahan kebersihan tetang kamar rawatan inap dan keterbatasan ruang
rawatan yang sempit, menciptakan kesulitan bagi pasien untuk mendapatkan
perawatan langsung di rumah sakit. Dalam menghadapi permasalahan ini,
ditemukan bahwa inisiatif perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi
langkah yang mendesak. Rekomendasi kepada RSUD Meuraxa mencakup
peningkatan transparansi, efisiensi, dan pemahaman administratif untuk mengatasi
patologi birokrasi. Diperlukan pemantauan ketat terhadap langkah-langkah
preventif, evaluasi rutin, dan inisiatif hukum. Partisipasi aktif dari semua pihak,
termasuk masyarakat, dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga dan
meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Upaya peningkatan
daya tanggap dan empati dalam pelayanan, bersama dengan implementasi prinsip
Good Governance, dianggap sebagai langkah krusial untuk mengubah patologi
birokrasi secara menyeluruh di RSUD Meuraxa.
Kata Kunci: Patologi Birokrasi, Pelayanan Publik, RSUD Meuraxa.
ABSTRACT The implementation of public service quality is detailed in Law Number 25 of 2009 concerning Standard Service Components, which plays a crucial role in ensuring the success of the bureaucratic system. However, bureaucratic pathology remains a major concern as a social problem that damages integrity and quality in public services. Meuraxa Regional General Hospital is the subject of this study. This study aims to describe the rampant bureaucratic pathology in public services at Meuraxa Regional General Hospital. Additionally, this study also focuses on efforts that have been made to overcome these bureaucratic pathologies. In its analysis, this study uses public service theory as its main foundation. The results indicate that Meuraxa Regional General Hospital faces several bureaucratic pathologies, including a lack of professionalism in service and unresponsiveness of employees. The main complaints include inadequate information regarding doctors' visiting schedules, unreported nurse shift changes, as well as issues regarding inflated parking fees and cleanliness problems in inpatient rooms and limited treatment space, creating difficulties for patients to receive direct care at the hospital. In addressing these issues, it is found that initiatives for improvement and quality enhancement are urgent steps. Recommendations to Meuraxa Regional General Hospital include increasing transparency, efficiency, and administrative understanding to address bureaucratic pathologies. Close monitoring of preventive measures, routine evaluations, and legal initiatives are required. Active participation from all parties, including the community, is considered a key factor in maintaining and improving the quality of public services in the health sector. Efforts to improve responsiveness and empathy in services, along with the implementation of Good Governance principles, are seen as crucial steps in thoroughly transforming bureaucratic pathologies at Meuraxa Regional General Hospital. Keywords: Bureaucratic Pathology, Public Service, RSUD Meuraxa.
MEKANISME PELAYANAN DAN PENERTIBAN PASIEN BPJS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH (Nasruddin, 2018)
KAJIAN PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH (SITI AMALIZA RIDWAN, 2019)
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN APOTEK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.ZAINOEL ABIDIN DAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA BANDA ACEH (Keumalasari, 2023)
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE BLUD RUMAH SAKIT UMUM MEURAXA KOTA BANDA ACEH (Safrizal , 2015)
TINGKAT KINERJA PERAWAT DAN KEPUASAN PASIEN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RUANG RAWAT INAP RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH (Maulia Midari, 2022)