DESKRIPSI MITIGASI BENCANA DALAM NOVEL LAUT DI ATAS LANGIT KARYA MEX WAHAB | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DESKRIPSI MITIGASI BENCANA DALAM NOVEL LAUT DI ATAS LANGIT KARYA MEX WAHAB


Pengarang

Wirda Hanum - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mohd. Harun - 196603051993031003 - Dosen Pembimbing I
Herman R - 198304202015041002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1906102010090

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hanum, Wirda. (2024). Deskripsi Mitigasi Bencana dalam Novel Laut di Atas Langit Karya Mex Wahab. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Syiah Kuala.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mitigasi bencana dalam novel Laut di Atas Langit Karya Mex Wahab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian narasi dan dialog yang berkenaan dengan mitigasi bencana yang terdapat dalam novel Laut di Atas Langit. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) Mitigasi prabencana, pada aspek pencegahan meliputi sanksi bagi perusak hutan, merawat hutan, mengumpulkan sampah, membersihkan lingkungan,nmembuat pemukiman khusus penderita penyakit menular, membuat kapal dengan daya tampung lebih, dan menanam pohon bakau. Aspek mitigasi meliputi pendidikan kebencanaan, melestarikan hikayat smong, membangun bangunan yang tahan gempa, membangun tembok di sepanjang pantai, tinggal di daerah perbukitan, tinggal di tempat yang jauh dari pantai, kostum pelindung radiasi, dan penyediaan alat berat. Aspek kesiapsiagaan meliputi mengungsikan warga yang rumahnya berada di lereng bukit, menyimpan pasokan kebutuhan dasar, menyekolahkan anak di tempat yang dekat dari rumah, tidak membiarkan rumah dalam keadaan kosong, membiarkan jendela dan pintu rumah terbuka 24 jam, mempersiapkan antirudal, membuat bungker, dan memakai masker anti gas dan nuklir. Aspek peringatan dini meliputi pemberian peringatan melalui seismograf, radio, wireless speaker, sirine, dan lembaga yang berwenang. (2) Mitigasi saat terjadi bencana, pada aspek tanggap darurat meliputi upaya penyelamatan diri, mendirikan posko, mengungsi, evakuasi korban, mendirikan tenda, dan melakukan rapat. Aspek bantuan darurat meliputi pemberian bantuan makanan, seragam sekolah, kain ihram, obat-obatan dan kebutuhan logistik, tiket pulang gratis, beasiswa, dan tempat penampungan sementara. (3) Mitigasi pascabencana, pada aspek pemulihan meliputi memberikan konseling dan layanan psikologis, memberdayakan perempuan di barak, membersihkan wilayah yang terdampak bencana, mengembalikan mata pencaharian, menjalin kerja sama dengan negara lain, mensterilkan wilayah yang terdampak bencana, mengembalikan aktivitas di pelabuhan, dan mengembalikan proses pendidikan. Aspek rehabilitasi meliputi perbaikan rumah dan bangunan konsulat Inggris. Aspek rekonstruksi meliputi pembangunan rumah, resor, dan sekolah.

Kata kunci: mitigasi bencana, Laut di Atas Langit, Mex Wahab

Hanum, Wirda. (2024). Description of Disaster Mitigation in the Novel Laut di Atas Langit Karya Mex Wahab. Thesis. Department of Indonesian Language Education, Syiah Kuala University. This research aims to describe disaster mitigation in the novel Laut di Atas Langit by Mex Wahab. This research uses a qualitative approach. The research data are narratives and dialogs related to disaster mitigation contained in the novel Laut di Atas Langit. The data were collected using documentation technique. The data were analyzed qualitatively. The research results are as follows. (1) Pre-disaster mitigation, in the prevention aspect, includes sanctions for forest destroyers, caring for forests, collecting garbage, cleaning the environment, creating special settlements for infectious disease sufferers, making ships with more capacity, and planting mangrove trees. Mitigation aspects include disaster education, preserving the smong saga, building earthquake-resistant buildings, building walls along the coast, living in hilly areas, living in places far from the coast, radiation protection costumes, and providing heavy equipment. Preparedness aspects include evacuating residents whose houses are on hillsides, storing basic supplies, sending children to school in a place close to home, not leaving the house empty, leaving windows and doors open 24 hours, preparing antirudals, making bunkers, and wearing anti-gas and nuclear masks. Early warning aspects include providing warnings through seismographs, radios, wireless speakers, sirens, and authorized institutions. (2) Mitigation during a disaster, the emergency response aspect includes self-rescue efforts, setting up a post, evacuating, evacuating victims, setting up tents, and conducting meetings. Emergency assistance aspects include providing food, school uniforms, ihram cloths, medicines and logistical needs, free return tickets, scholarships, and temporary shelters. (3) Post-disaster mitigation, in the recovery aspect includes providing counseling and psychological services, empowering women in barracks, cleaning up disaster-affected areas, restoring livelihoods, establishing cooperation with other countries, sterilizing disaster-affected areas, restoring activities in ports, and restoring the education process. Rehabilitation aspects include repairing houses and the British consulate building. The reconstruction aspect includes building houses, resorts and schools. Kata kunci: mitigasi bencana, Laut di Atas Langit, Mex Wahab

Citation



    SERVICES DESK