<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123845">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN  JAMUR KITINOLITIK ASAL LIMBAH EKSOSKELETON RANJUNGAN BINTANG SEBAGAI ENTOMOPATOGEN PADA RAYAP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHAIRUN NISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Biologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rayap dianggap sebagai hama karena sering merusak kayu dan bangunan. Pengendalian rayap pada umumnya dilakukan dengan menggunakan bahan kimia. Penggunaan bahan kimia dapat merusak lingkungan. Untuk meminimalisir kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan kimia perlu dicari alternatif pengendali alami, salah satunya yaitu jamur kitinolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan jamur kitinolitik Fusarium solani Mart asal limbah eksoskeleton Ranjungan Bintang dalam menyebabkan mortalitas dan daya hambat makan pada rayap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Parameter yang diamati adalah presentase mortalitas rayap dan presentase daya hambat makan rayap yang disebabkan oleh jamur kitinolitik asal limbah eksoskeleton. Mortalitas rayap diamati dua hari sekali selama 14 hari atau hingga seluruh rayap mati, kemudian dihitung dengan menggunakan rumus Gabriel dan Riyatno. Daya hambat makan rayap dihitung dengan menimbang berat umpan rayap sebelum dan sesudah diumpankan pada rayap. Data ditampilkan dalam bentuk gambar dan tabel dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa mortalitas rayap pada pengamatan hari kedua sebesar 93,5% dan pada pengamatan hari keempat sebesar 100%. Hasil perhitungan kehilangan berat umpan, pengaplikasian jamur Fusarium solani Mart menyebabkan daya hambat makan pada rayap dengan rata-rata jumlah berat umpan yang berkurang yaitu sebanyak 0,00935 gram. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jamur kitinolitik Fusarium solani Mart asal limbah eksoskeleton ranjungan bintang dapat digunakan sebagai entomopatogen pada rayap. &#13;
Kata kunci : Jamur kitinolitik, Mortalitas, Rayap</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123845</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-24 19:45:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-25 10:50:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>