ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH (STUDI PADA KABUPATEN KOTA DI PEMERINTAH ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH (STUDI PADA KABUPATEN KOTA DI PEMERINTAH ACEH)


Pengarang

Farhan Hady - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0601103020047

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemaiiipuan keuangan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah pada kabupaten/kota di Pemerintah Aceh. Lokasi penelitian dilakukan pada kabupaten/kota di pemerintah Aceh periode tahun 2005-2008.
Analisis kemampuan keuangan daerah pada penelitian ini menggunakan rasio kemandirian keuangan daerah. rasio derajat desentralisasi Fiskal. indeks kemampuan rutin. rasio keserasian` dan rasio pertumbuhan. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang diperoleh dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Aceh atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2005-2008.
Hasil penelitiati melalui analisis rasio kemandirian keuangan daerah. seluruh kabupaten/kota memperoleh pencapaian dibawah 25%. rasio derajat desentralisasi fiskal melalui DDF I hanya Pemerintah Aceh yang memiliki pencapaian rata-rata 12,12% sedangkan kabupaten/kota lainnya secara rata-rata dibawah 10%. Indeks kemampuan rutin menunjukkan bahwa kemampuan keuangan daerah kabupaten/kota di Pemerintah Aceh secara rata-ata
memperoleh pencapaian dibawah : 20% dan melalui analisis rasio keserasian menunjukkan bahwa adanya keserasian antara belanja langsung dan belanja tidak langsung pada setiap daerah dengan pencapaian rata-rata diatas 100%. Sedangkan rasio pertumbuhan menunjukkan bahwa pertumbuhan PAD meningkat secara lambat. pertumbuhan dana perimbangan lebih stabil. pertumbuhan belanja langsung dan tidak langsung cenderung meningkat tajam setiap tahunnya.
Berdasarkan hasil penelitiali tersebut, dapat diketahui bahwa kemampuan keuangan daerah pada Kabupaten/kota di Pemerintah Aceh termasuk katagori memprihatinkan. Hal ini
dikarenakan rendahnya pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki oleh setiap daerah sehingga menyebabkan tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. 0leh karena itu. diperlukanya strategi untuk meningkatkan PAD baik melalui pengoptimalan potensi yang telah dimiliki (intensirikasi) maupun dengan menelusuri potensi-potensi lain yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan baru (ekstensifikasi).

Keywords : kemampuan keuangan daerah, otonomi daerah

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK