<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123805">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KERAPATAN POPULASI JAGUNG YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN BERBAGAI KACANG-KACANGANRNTERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL JAGUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ikhsan Ermi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikhsan  Ermi,    0151310009,    Pengaruh    Kerapatan    Populasi    Jagung    yang ditumpangsarikan   dengan   Berbagai   Kacang-kacangan  terhadap   Pertumbuhan Gulma  dan  Hasil  Jagung.  Dibawah  bimbingan  Gina  Erida  sebagai  ketua  dan Hasnah sebagai anggota.&#13;
          Kajian  tentang  pengaruh   kerapatan  populasi   jagung  yang  ditumpangsarikan   dengan   berbagai   kacang-kacangan   terhadap   pertumbuhan gulma dan hasil jagung, telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas   Syiah   Kuala,   sejak   bulan   Juni   2006   sampai   September   2006. Penelitian  ini  bertujuan  untuk   mengetahui  kerapatan  populasi jagung  optimum dan jenis kacang-kacangan yang sesuai dalam menekan pertumbuhan gulma serta hasil  jagung. &#13;
          Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu populasi  tanaman jagung terdiri dari 3 taraf yaitu P1  = 100.000 tanaman ha-I, P2 = 80.000 tanaman ha-I, P3 = 66.666 tanaman ha-I,&#13;
sedangkan  faktor  kedua  adalah jenis  tanaman  tumpang jenis  kacang-kacangan yang terdiri  dari  3  taraf yaitu K1  =  kacang tanah,  K2  = kedelai,  K3  = kacang hijau.  Dengan  demikian  diperoleh  sembilan  kombinasi  perlakuan yang   diulang sebanyck  tiga  kali  sehingga  didapat  27  plot  percobaan.  Peubah  yang  diamati adalah SDR. Iaju tumbuh  tanaman, berat kering gulma, bobot biji pertongkol dan bobot biji per plot. Seluruh data pengamatan dianalisis dengan  menggunakan sidik ragam  dan  untuk  membandingkan  beda antar perlakuan  dilanjutkan  dengan  uji Beda Nyata  Terkecil (BNT) pada tanaf 5 %. &#13;
           Hasil  analisis  vegetasi  didapat  gulma  yang  dominan  secara  umum  yaitu Cyperus rotundus L (SDR=  32,46  %),  kemudian  disusul  gulma  DDactyloctenium aegyptium (SDR = 18,54 %)  dan Eriocloa polystachya (SDR = 13,12%).   Hasil&#13;
penelitian   juga    menunjukkan    bahwa    kerapatan    populasi    tanaman   jagung berpengaruh  terhadap  laju  tumbuh  tanaman,  bobot  kering  gulma.  bobot  kering pertongkol dan bobot biji kering per plot. Nilai laju tumbuh tanaman pada  3-5, 5-7 dan  7-9  MST tertinggi  dijumpai  pada kerapatan  populasi  l00.000 tanaman   ha-I dengan nilai berturut-turut  yaitu sebesar  17,09 g, 24,04 g dan 29,30 g, sedang nilai laju tumbuh tanaman terendah dijumpai pada kerapatan populasi  66.666 tanaman ha-I  dengan nilai berturut-turut yaitu sebesar  12,35  g,17,63  g dan  18,52 g.  Bobot kering  gulma  tertinggi   dijumpai  pada  kerapatan  populasi  66.666  tanaman  ha-I yaitu sebesar 25,94 g dan terendah dijumpai pada kerapatan  l00.000 tanaman ha-I yaitu sebesar  19,41  g sedang faktor jenis kacang-kacangan bobot gulma terendah dijumpai  pada  jenis  kacang  hijau  yaitu  sebesar  21,54  g  dan  tertinggi  pada jenis kacang   tanah   yaitu   sebesar   26,19   g.   Bobot    biji   kering   pertongkol   tertinggi dijumpai  pada  kerapatan  populasi  80.000  tanaman  ha'`  yaitu  sebesar  9,10  g  dan terendah  dijumpai  pada  kerapatan  populasi   l00.000  tanaman    ha-I  yaitu  sebesar 8,18 g sedang bobot biji kering  perplot tertinggi dijumpai  pada kerapatan populasi l00.000 tanaman ha-I  yaitu sebesar 77.58  g dan terendah pada  kerapatan populasi 66.666   tanaman   ha-I   yaitu   sebesar   70,12   g,   Tidak   terdapat   interaksi   antara kerapatan   populasi   dengan  jenis   tanaman   tumpangsari   terhadap   peubah   laju tumbuh tanaman.  bobot kering gulma.  bobot  biji  kering pertongkol dan bobot  biji kering perplot.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123805</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-21 16:03:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-21 16:03:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>