<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123799">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TERHADAP PENYELESAIAN PEMBIAYAAN MURABAHAH BERMASALAH PADA PT. BANK SYARIAH INDONESIA CABANG BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ibnu Mulya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum (S2)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pembiayaan murabahah merupakan pembiayaan dengan skema jual beli dengan tambahan keuntungan (margin) yang telah disepakati oleh pihak bank dan nasabah, pada prakteknya pembiayaan murabahah menyebabkan masalah dalam pegembalian pembiayaan, penyelesaian pembiayaan bermasalah diterangkan dalam Qs. An-Nisa (4):29, dan Qs. Al-Baqarah (2):275-280. Selain dalil Al-Quran pengaturan terhadap penyelesaian pembiayaan bermasalah juga diterangkan dalam Pasal 19 huruf (c) dan Pasal 55 UU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Pasal 49 UU No.3 Tahun 2006 tentang Pengadilan Agama, Fatwa DSN-MUI No.47/DSN-MUI/II/2003 tentang Penyelesaian Tagihan Murabahah, Fatwa DSN MUI No.4/DSN-MUI/2000 tentang Murabahah, Pasal 4 Ayat (3) huruf a POJK No.29/POJK.03/2019, dan Pasal 8 PBI No.23/2/PBI/2021.  Pembiayaan murabahah bermasalah pada Bank Syariah Indonesia Cabang Banda Aceh bertambah pada tahun 2023. Dari informasi tersebut ada perbandingan dari tahun 2022 ke tahun 2023 kalau NPF murabahah melonjak pada tahun terakhir. Permasalahan tersebut menampilkan adanya kenaikan pembiayaan murabahah bermasalah pada Bank Syariah Indonesia Cabang Banda Aceh. Maka PT. Bank Syariah Indonesia Cabang Banda Aceh mengalami NPF yang sudah mendekati ambang batas pembiayaan bermasalah sebagaimana telah ditentukan Bank Indonesia, dan sangat berdampak pada kesehatan bank kedepan jika tidak segera diselesaikan.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab terjadinya pembiayaan murabahah pada Bank BSI KC Banda Aceh, Hambatan dalam penyelesaian pembiayaan murabahah bermasalah pada Bank BSI KC Banda Aceh, dan penyelesaian pembiayaan murabahah pada Bank BSI KC Banda Aceh.&#13;
Jenis penelitian menggunakan metode yuridis empiris yakni menempatkan norma sebagai standar prilaku masyarakat pada substansinya penelitian dengan metode yuridis empiris ingin melihat bagaimana bekerjanya hukum didalam masyarakat. Dalam penelitian ini metode yuridis empiris ingin melihat peranan pihak Asset dan Recovery PT. Bank Syariah Indonesia Cabang Banda Aceh dalam melaksanakan fungsinya melakukan penyelesaian terhadap pembiayaan murabahah bermasalah, serta membahas bagaimana bekerjanya hukum di lembaga perbankan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan menelaah dokumen serta Undang-Undang terkait dengan penelitian ini. Selanjutnya data diolah dan dianalisa dengan teknik analisis deskriptif kualitatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya pembiayaan murabahah bermasalah adalah bad character, pindah tugas ASN, TNI, POLRI, PHK karyawan swasta, tertipu rekan bisnis, dan nasabah mengalami kebangkrutan usaha. Hambatan dalam penyelesaian pembiayaan murabahah bermasalah adalah sulitnya melakukan komunikasi dengan nasabah bermasalah, nasabah tidak kooperatif, nasabah tidak memiliki i’tikad baik, nasabah tidak mau membayar angsuran, penggunaan dana yang tidak sesuai, penurunan gaji nasabah, dan penurunan nilai aset (anggunan). Proses penyelesaian pembiayaan murabahah bermasalah pada PT. BSI KC Banda Aceh dilakukan secara dua pola yaitu litigasi dan non-litigasi, Adapun tahapan litigasi adalah negosiasi dan mediasi, sedangkan tahapan litigasi merupakan tahapan pengajuan gugatan ke pengadilan, pada prakteknya pengajuan gugatan hanya dilakukan oleh pihak nasabah untuk mengulur waktu eksekusi lelang yang dilakukan pihak bank. &#13;
Disarankan kepada PT. BSI KC Banda Aceh agar menyelesaikan pembiayaan murabahah bermasalah dilakukan atas dasar transaparansi dalam musyawarah, dan memberikan pembiayaan kepada nasabah dengan menerapkan prinsip 5C dan 7P untuk meminimalisir terjadinya pembiayaan murabahah bermasalah pada PT. BSI KC Banda Aceh.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Penyelesaian, Pembiayaan Bermasalah, Murabahah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BANKS (FINANCE) - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ISLAMIC LAW</topic>
 </subject>
 <classification>657.833 3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123799</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-21 15:09:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-21 16:09:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>