<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123744">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI SAGU, PLASTICIZER SORBITOL, SERTA ARANG DENGAN PENAMBAHAN CLAY SEBAGAI FILLER UNTUK POLYBAG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HILDA SAFITRI BERUTU</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Kimia</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian terkait pembuatan Plastik Biodegradable dari pati sagu, plasticizer sorbitol, serta arang dengan penambahan clay sebagai filler untuk polybag, telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan variasi clay terhadap gugus fungsi, daya serap air (water uptake), opasitas, kuat tarik (tensile strength) dan elongasi serta biodegradasi. Analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan instrumen FTIR menunjukkan pola puncak serapan pada 3635 cm-1, 2357 cm-1, 2148 cm-1, 1870 cm-1, dan 1654 cm-1. Bioplastik yang memiliki nilai daya serap air terendah adalah bioplastik dengan sampel SSCL-3 sebesar 58,13%. Sedangkan untuk nilai daya serap air tertinggi dimiliki oleh bioplastik dengan sampel kontrol pada SSCL-0 sebesar 60,77%. Sampel kontrol tanpa adanya penambahan clay menghasilkan bioplastik dengan nilai kuat tarik tertinggi sebesar 3,03 MPa  dibandingkan bioplastik dengan penambahan clay pada SSCL-1, SSCL-3 dan SSCL-5 masing-masing sebesar 2,05 MPa, 2,39 MPa, dan 2,57 MPa. Pada sampel kontrol SSCL-0 nilai elongasi lebih tinggi yaitu sebesar 231% dibandingkan sampel dengan penambahan clay pada SSCL-1, SSCL-3, dan SSCL-5 masingmasing sebesar 90%, 117%, dan 95%. Dalam hal ini, semua sampel sudah memenuhi SNI elongasi plastik film sebesar 19-50%. Persentase kehilangan massa plastik yang paling rendah SSCL-0 sebesar 57% pada hari kelima. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan degradasi suatu plastik berkaitan dengan kemampuan menyerap air, semakin banyak kandungan air suatu material maka semakin mudah terdegradasi serta kandungan air mengakibatkan plastik menjadi lebih mudah terdegradasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123744</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-14 18:31:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-19 14:59:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>