<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123721">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN PENGABAIAN DAN STATUS NUTRISI PADA LANSIA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADYA FIKRIANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Meningkatnya jumlah populasi lansia menyebabkan berbagai masalah yang berkaitan dengan kehidupan lansia, salah satu masalah yang sering terjadi adalah pengabaian diri dan status nutrisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengabaian dan status nutrisi lansia di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional study dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 278 lansia di Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara terpimpin. Instrumen yang digunakan Self-Neglect (SN- 37) dan kuesioner Mini Nutritional Assessment (MNA). Menggunakan analisa data distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan pengabaian pada lansia berada pada kategori ringan sebanyak 273 responden (98,2%), pada kategori sedang/berat sebanyak 5 responden (1,8%). Status nutrisi didapatkan dari aspek skrinning lansia yang memiliki status nutrisi-normal sebanyak 218 responden (78,4%), beresiko mengalami malnutrisi sebanyak 50 responden (18,0%), dan pada kategori malnutrisi sebanyak 10 responden (3,6%), sedangkan nutrisi aspek assessment dari 60 responden, pada kategori beresiko mengalami malnutrisi sebanyak 47 responden (78,3%), dan malnutrisi sebanyak 13 responden (21,7%). Kesimpulan bahwa tingkat pengabaian lansia berada pada kategori ringan sebanyak 273 responden (98,2%) serta status nutrisi lansia mayoritas memiliki status nutrisi normal sebanyak 218 responden (78,4%). Peneliti menyarankan bagi pihak puskesmas dan tenaga kesehatan di Kota Banda Aceh untuk selalu memperhatikan ciri-ciri pengabaian agar meminimalkan resiko malnutrisi dengan memberikan perhatian khusus pada lansia.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123721</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-14 15:15:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-14 15:26:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>