<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123701">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOLOGI SERABUT KOLAGEN DAGING SAPI ACEH YANG DIAWETKAN DENGAN CUKA AREN (ARENGA PINNATA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>OLGA KURNIATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Serabut kolagen adalah jaringan ikat, berbentuk anyaman tidak teratur yang berfungsi menjaga kualitas dan struktur otot daging. Cuka memiliki sifat asam yang dapat memecah jaringan otot dan dapat menjadi faktor yang mempengaruhi keempukan daging. Asam asetat yang terkandung dalam cuka aren dapat melarutkan serabut kolagen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi serabut kolagen daging sapi aceh yang telah diawetkan dengan cuka aren. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Sampel berupa daging sapi aceh bagian paha belakang yang diberi perlakuan perendaman selama 24 jam dalam larutan cuka aren konsentrasi 0%, 2,5%, dan 5% yang setiap perlakuan dilakukan lima pengulangan. Sampel diproses menjadi preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan Masson’s trichrome. Data dianalisis melalui gambar secara deskriptif. Hasil penelitian didapat bahwa struktur serabut kolagen pada perlakuan konsentrasi cuka aren 0% menunjukkan ciri-ciri serabut kolagen normal dan tidak berubah, sedangkan pada perlakuan menggunakan cuka aren 2,5% memperlihatkan serabut kolagen mengalami pelonggaran, serta perlakuan 5%, serabut kolagen mengalami pelonggaran dan disagregasi. Kesimpulan penelitian ini adalah pengawetan dengan cuka aren dengan konsentrasi yang bervariasi dapat mempengaruhi struktur serabut kolagen daging sapi aceh, dari tahap pelonggaran sampai dengan penguraian. &#13;
 &#13;
Kata kunci: Jaringan ikat, Konsentrasi , Masson’s trichrome, Pengawetan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123701</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-14 10:41:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-14 10:43:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>