<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123682">
 <titleInfo>
  <title>ASSESSMENT AWAL STRUKTUR BANGUNAN PERKANTORAN DI KOTA BANDA ACEH PASCA 19 TAHUN TSUNAMI 2004</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD HARIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bangunan perkantoran di Kota Banda Aceh adalah salah satu yang terkena dampak bencana gempa bumi dan tsunami tahun 2004 silam. Beberapa bangunan gedung telah mengalami perubahan bentuk atau deformasi struktur bangunan sehingga tergolong dalam katagori rusak berat. Sejumlah perbaikan pada bangunan-bangunan yang terdampak telah dilaksanakan, namun tsunami mengakibatkan penurunan kekuatan beton pada struktur kolom, balok, dan pelat lantai, dan hal ini akan memengaruhi kekuatan bangunan secara keseluruhan. Pasca 19 tahun tsunami, masih terdapat sejumlah gedung mengalami kerusakan berupa retak dan korosi pada elemen struktur bangunan perkantoran yang terkena air tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat kerusakan pada elemen struktur bangunan perkantoran di Kota Banda Aceh pasca 19 tahun tsunami 2004 berdasarkan radius dari bibir pantai. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rekomendasi mengenai apakah diperlukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap bangunan perkantoran di Kota Banda Aceh pasca tsunami. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan inspeksi awal terhadap beberapa bangunan perkantoran, selanjutnya ditentukan dua bangunan perkantoran dengan radius &lt; 2 km dari bibir pantai dan tiga bangunan perkantoran dengan radius &gt; 2 km dari bibir pantai. Tahapan berikutnya dilakukan assessment terhadap kerusakan pada elemen struktur bangunan perkantoran tersebut dengan metode visual assessment menggunakan formulir pemeriksaan kerusakan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 bangunan perkantoran dengan kategori rusak ringan pada radius &lt; 2 km dari bibir pantai yakni Kantor PT PLN UP2D Aceh (7,6%) dan Kantor RRI Banda Aceh (17,15%), dan 3 bangunan perkantoran dengan kategori rusak ringan pada radius &gt; 2 km dari bibir pantai yakni Kantor PPP Banda Aceh (5,36%), Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh (9,39%), dan Kantor BKKBN Aceh (9,13%). Hasil yang didapatkan seluruh bangunan masuk kepada kategori rusak ringan, namun nilai kerusakan yang didapat lebih besar pada bangunan dengan radius lebih dekat dari bibir pantai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123682</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-13 18:19:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-14 09:35:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>