<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123666">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH INVESTASI DAN INFLASI TERHAFAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALWIDA ZIA ZAHARANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi Pembangunan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertumbuhan ekonomi merupakan isyarat untuk mencapai keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Investasi dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dan gerak laju suatu negara maupun dalam lingkup wilayah tidak dapat dipisahkan dari investasi dan pengendalian inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh investasi dalam sektor air dan sanitasi, dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Investasi air dan sanitasi dipilih karena dianggap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan produktivitas ekonomi. Berdasarkan teori Harrod-Domar, investasi baru diperlukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi, baik melalui peningkatan kapasitas produksi maupun pengeluaran masyarakat. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 1995-2022. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami fluktuasi signifikan selama periode 1995-2022, dengan investasi air dan sanitasi rata-rata sebesar 17,89 USD dan inflasi rata-rata 11,47 persen. Hasil penelitian dengan model OLS  (Ordinary Least Square) menunjukkan bahwa investasi air dan sanitasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan sedangkan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Diharapkan kepada pemerintah untuk menjaga kestabilan dan mengawasi pertumbuhan ekonomi dengan melakukan kebijakan ekspansif agar pertumbuhan ekonomi dapat terjaga. Pemerintah perlu menjaga kestabilan harga setiap produk terutama bahan pokok untuk menekan inflasi dan mengendalikan jumlah uang beredar di masyarakat serta perlu melakukan peningkatan investasi dan memperhatkan prioritas dalam investasi air dan sanitasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123666</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-13 15:43:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-14 09:18:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>