<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123649">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI CACING GASTROINTESTINAL SATWA SITAAN DAN SERAHAN MASYARAKAT PADA BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM (BKSDA) ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZELIKA SINAGA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Satwa liar adalah semua hewan yang hidup di darat, di air dan di udara yang masih memiliki &#13;
sifat liar baik yang hidup bebas maupun yang dipelihara oleh manusia. BKSDA sebagai lembaga &#13;
jonservasi memberikan perlindungan terhadap satwa liar sitaan dan serahan masyarakat sebelum &#13;
kembali dilepasliarkan, namun konservasi juga dapat memberikan dampak kesehatan yang tidak &#13;
baik pada satwa liar sehingga menyebabkan satwa rentan terhadap infestasi parasit gastrointestinal &#13;
salah satunya cacing. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi cacing &#13;
gastrointestinal pada satwa sitaan dan serahan masyarakat pada BKSDA Aceh. Penelitian ini &#13;
menggunakan sampel feses 3 ekor beruang madu dan 2 ekor siamang yang diperiksa tiga kali dengan &#13;
interval waktu 2 minggu. Penelitian ini menggunakan metode natif, metode sedimentasi dan metode &#13;
apung dan hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Didapatkan hasil penelitian ini bahwa &#13;
ketiga sampel beruang madu terinfestasi cacing gastrointestinal Strongyloides sp. dan Ancylostoma &#13;
sp. sedangkan kedua sampel siamang terinfestasi Strongyloides sp. Dengan demikian dapat &#13;
disimpulkan bahwa beruang madu (Helarctos malayanus) dan siamang (Symphalangus syndactylus) &#13;
pada BKSDA Aceh terinfestasi cacing gastrointestinal.&#13;
&#13;
Kata Kunci: parasit gastrointestinal, beruang madu, siamang, Strongyloides sp., Ancylostoma sp</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123649</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-13 14:15:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-13 15:58:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>