<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123617">
 <titleInfo>
  <title>LEARNING LOSS SISWA PADA MATERI ALJABAR PASCA COVID-19 DI SMP NEGERI 1 PEUREULAK</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Matematika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dunia pernah dikejutkan dengan menyebarnya virus Covid-19 selama rentang waktu dua tahun, dimana hal ini sangat berdampak pada sistem pendidikan, tak terkecuali di Indonesia. Selama masa pandemi, sistem pembelajaran juga dialihkan ke pembelajaran daring, sehingga menimbulkan banyak masalah bagi siswa, salah satunya kehilangan penguasaan terhadap suatu materi atau disebut sebagai learning loss. Aljabar merupakan salah satu materi yang memuat konsep dari operasi bilangan bulat dan pecahan. Namun, siswa masih mengalami masalah dalam menyelesaikan soal aljabar, dikarenakan kurangnya pemahaman siswa pada materi prasyarat. Adapun tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui: (1) Learning loss yang dialami siswa pada materi prasyarat aljabar pasca Covid-19 di SMP Negeri 1 Peureulak, dan (2) Bagian materi prasyarat aljabar yang mengalami learning loss pada siswa pasca Covid-19 di SMP Negeri 1 Peureulak. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Peureulak, yang dipilih dengan metode simple random sampling, sehingga total sampel adalah 142 siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal tes diagnostik kognitif sebanyak 13 soal. Teknik analisis data dilakukan dengan mencari nilai rata-rata level option pada setiap item dan nilai rata-rata level option pada setiap atribut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,3% siswa mengalami learning loss pada materi prasyarat aljabar. Bagian materi prasyarat aljabar yang mengalami learning loss terjadi pada bagian penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat (A1), perkalian dan pembagian bilangan bulat (A2), penjumlahan dan pengurangan pecahan (A3), serta perkalian dan pembagian pecahan (A4). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru untuk mengatasi learning loss pada bagian materi prasyarat aljabar tersebut agar tidak berlanjut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123617</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-13 08:27:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-13 10:22:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>