<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123597">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAMA PENYIMPANAN IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO)  NANIURA KHAS BATAK  TERHADAP AWAL PEMBUSUKAN  PADA SUHU DINGIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Isra Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan mas naniura merupakan hidangan tradisional Batak yang menggunakan bumbu khusus, yang diduga dapat mempengaruhi kecepatan proses pembusukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan ikan mas (Cyprinus carpio) naniura khas Batak terhadap waktu awal pembusukan pada suhu dingin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan uji Postma dan di analisi secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan 16 sampel yang terbagi menjadi dua kelompok: 8 sampel ikan mas dengan bumbu naniura (K1) dan 8 sampel ikan mas tanpa bumbu (K2). Setiap sampel memiliki berat 10 gram dan disimpan pada suhu dingin (5C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada waktu 0 jam, baik K1 maupun K2 tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Kemudian, pemeriksaan jam ke-12 dan ke-24, sampel K2 menunjukkan hasil positif, sedangkan K1 tetap menunjukkan hasil negatif. Selanjutnya,  jam ke-36 sampel K2 sudah menunjukkan hasil positif. Hasil ini menunjukkan bahwa ikan mas naniura (K1) mengalami pembusukan lebih lambat dibandingkan dengan ikan mas tanpa bumbu (K2), dengan waktu awal pembusukan terjadi pada jam ke-36 untuk K1 dan jam ke-12 untuk K2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan bumbu naniura dapat memperlambat proses pembusukan ikan mas pada suhu dingin. &#13;
&#13;
Kata kunci: Bumbu naniura , ikan mas, pembusukan, suhu dingin,  uji Postma&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123597</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-12 15:47:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-12 16:01:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>