<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123573">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN ENERGY HARVESTING TENAGA SURYA SEBAGAI SUMBER DAYA PENGUSIR HAMA TIKUS</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alat pengusir hama tikus ultrasonik yang ada memiliki keterbatasan pada durasi pemakaian yang tidak tahan lama. Penggunaan alat ini memerlukan pengisian ulang pasokan daya atau penggantian baterai secara berkala setiap 48&#13;
jam pada alat pengusir hama yang digunakan. Tanpa tindakan pengisian ulang daya baterai secara rutin, maka hama tikus akan terus bermunculan dan mengganggu pertumbuhan serta produktivitas hasil panen padi. Para petani&#13;
terpaksa melakukan aktivitas tambahan di persawahan untuk menyediakan daya bagi alat pengusir hama yang digunakan. Metode penelitian yang dilakukan adalah observasi dan perancangan. Observasi dilakukan untuk mengetahui&#13;
kebutuhan daya pada alat pengusir hama tikus melalui parameter iradiasi, sedangkan perancangan dilakukan untuk menghasilkan energi dari sumber alternatif panel surya yang hemat biaya sesuai dengan kebutuhan daya terendah&#13;
yang diperoleh harian di lokasi. Didukung penerapan energy harvesting, dengan fokus awal merancang sistem penyuplai daya terhadap beban penggunaan energi setiap harinya sebesar 144 Wh dengan daya sebesar 6 Watt dan iradiasi pada&#13;
bulan Desember. Dalam sistem suplai daya ini, baterai berperan sebagai penyeimbang dalam menjaga kestabilan kontinuitas daya beban ketika PV mengalami penurunan performa. Hasil dari penelitian ini berupa sistem pembangkit listrik sebagai sumber daya untuk 1 perangkat pengusir hama tikus yang aktif selama 24 jam dengan pasokan daya mencapai 585 Wh dari total daya yang dihasilkan. Didapatkan bahwa selama penggunaan beban pengusir hama tikus, terjadi penurunan daya yang dihasilkan oleh panel surya sebesar 45,05% dibandingkan dengan kondisi tanpa alat pengusir hama tikus. Dari penelitian yang dilakukan, penggunaan suplai daya menggunakan sumber alternatif panel surya pada alat pengusir hama tikus ultrasonik dengan jarak jangkau 2 meter persegi dan perhitungan dengan jangkau 10.000 meter persegi dapat mengurangi risiko gagal panen padi akibat serangan hama tikus sawah sebesar Rp 67.000,00 dan Rp&#13;
218.753.000.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123573</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-12 11:17:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-12 11:34:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>