<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123485">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS SPRAY EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR) SEBAGAI ANTIPINJAL PADA KUCING SECARA IN VIVO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwi Septiani Rahayu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penyakit kulit yang sering menyerang kucing umumnya diakibatkan oleh ektoparasit diantaranya&#13;
pinjal (Ctenocephalides felis). Kucing yang terinfeksi C. felis akan menyebabkan rasa tidak &#13;
nyaman dan dapat menyebabkan infeksi kulit (flea allergy dermatitis). Selain berperan sebagai&#13;
vektor penyakit, C. felis juga berperan sebagai hospes sementara dari cacing Dypilidium caninum&#13;
penyebab dari penyakit dypilidiasis. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui kandungan &#13;
fitokimia ekstrak daun kecombrang dan efektivitas spray ekstrak daun kecombrang (Etlingera &#13;
elatior) sebagai antipinjal pada kucing secara in vivo dengan konsentrasi 10%. Metode penelitian&#13;
yang digunakan, yaitu metode eksperimental yang dilakukan pada 8 ekor kucing lokal, terdiri dari&#13;
2 kelompok perlakuan dan 4 kali pengulangan. Perlakuan diberikan 2 kali sehari, yaitu pagi dan &#13;
sore selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spray ekstrak daun kecombrang&#13;
memiliki efektivitas dalam pengendalian C. felis, dimana dengan konsentrasi 10% mortalitas C. &#13;
felis terjadi pada pengamatan hari ke-10 sudah tidak terdapat lagi keberadaannya ditubuh kucing, &#13;
dan pada kelompok kedua menggunakan insektisida komersial dengan kandungan fipronil 0,25% &#13;
mortalitas didapatkan pada pengamatan hari ke-5. Hasil analisis data menggunakan uji paired &#13;
sample t-test menunjukkan terdapat pengaruh nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123485</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-10 11:59:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-10 14:36:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>