<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123452">
 <titleInfo>
  <title>KEBERADAAN AMBANG BATAS PRESIDEN  PADA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIFAH ZAHRA NASUTION</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
ARIFAH ZAHRA&#13;
NASUTION&#13;
2024 &#13;
KEBERADAAN AMBANG BATAS PRESIDEN PADA&#13;
PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL&#13;
PRESIDEN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP&#13;
SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA &#13;
Fakultas Hukum,Universitas Syiah Kuala&#13;
(v, 90) pp., bibl. &#13;
(Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum.)&#13;
 &#13;
Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum &#13;
mensyaratkan bahwa Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden harus dilakukan&#13;
dengan memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% (dua puluh&#13;
persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari&#13;
suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya. Ketentuan ini&#13;
biasa dikenal dengan nama Presidential Threshold. Ketentuan yang dianggap&#13;
merupakan upaya untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensiil di Indonesia&#13;
pada nyatanya tidak memiliki keterkaitan karena dalam sistem presidensiil&#13;
parlemen dan eksekutif memiliki peran yang berbeda.&#13;
 &#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan keberadaan ambang &#13;
batas Presiden (Presidential Threshold) pada pemilihan umum Presiden dan Wakil&#13;
Presiden dan implikasinya terhadap sistem pemerintahan di Indonesia serta&#13;
mengetauhi relevansi dan implikasi dari keberadaan ketentuan presidential&#13;
threshold.&#13;
 &#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian &#13;
yuridis normatif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan bahan hukum&#13;
primer seperti peraturan perundang-undangan dan bahan hukum sekunder seperti&#13;
buku-buku hukum, laporan hasil penelitian hukum, dan artikel hukum yang relevan&#13;
dengan topik pada penelitian ini. Serta bahan hukum tersier seperti kamus bahasa&#13;
Indonesia dan kamus hukum.&#13;
 &#13;
Hasil penelitian ini menjelaskan keberadaan Presidential Threshold tidak &#13;
relevan digunakan dalam sistem pemerintahan presidensiil karena dalam sistem&#13;
pemerintahan presidensiil  pencalonan Presiden seharusnya tidak ditentukan oleh&#13;
formasi politik yang mengacu pada hasil Pemilu legislatif. Implikasi keberadaan&#13;
Presidential Threshold ini adalah timbulnya pembagian kursi untuk partai politik&#13;
yang berkoalisi sehingga menimbulkan terjadinya oligarki politik yang dapat&#13;
mendorong terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sehingga upaya yang&#13;
ditawarkan  adalah dengan menghapus ketentuan Presidential Threshold jika&#13;
Indonesia ingin melaksanakan sistem pemerintahan presidensiil murni dan&#13;
menggantinya dengan memberikan pemahaman politik kepada masyarakat terkait&#13;
dengan partai politik yang ada.&#13;
 &#13;
Dalam penelitian ini disarankan ketentuan presidential threshold &#13;
dihapuskan dan diganti dengan pemahaman politik berupa penerapan teori coattail&#13;
effect agar dapat melahirkan suatu sistem yang efektif, efisien, berkeadilan dan yang&#13;
pasti sesuai dengan sistem pemerintahan presidensiil dan memberikan kesempatan&#13;
bagi setiap partai politik untuk ikut berkontestasi dalam pemilihan Presiden dan&#13;
Wakil Presiden.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123452</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-09 21:04:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-10 09:28:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>