<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123448">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PENGGUNAAN TRIHEKSIFENIDIL PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syifa Raisha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skizofrenia merupakan jenis gangguan kejiwaan yang paling kompleks yang menggambarkan disfungsi psikososial.  Terapi utama skizofrenia adalah antipsikotik yang bekerja dengan menghambat reseptor D2 sehingga menimbulkan efek samping ekstrapiramidal. Triheksifenidil merupakan obat antikolinergik yang digunakan untuk mengatasi efek samping ekstrapiramidal akibat penggunaan antipsikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan triheksifenidil, rasionalitas penggunaan triheksifenidil, dan hubungan pola penggunaan triheksifenidil terhadap kejadian ekstrapiramidal pada pasien skizofrenia paranoid di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling yang dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik pasien periode Januari-Desember 2022.  Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 pasien. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan Chi-square dan ANCOVA. Berdasarkan hasil penelitian, jenis kombinasi antipsikotik dengan triheksifenidil paling banyak adalah risperidon (47,4%). Triheksifenidil paling banyak digunakan secara profilaksis bersamaan dengan antipsikotik (89,5%). Diazepam merupakan obat tambahan yang paling banyak digunakan (47,9%). Ketepatan indikasi, obat, dosis, dan pasien pada penggunaan triheksifenidil berturut-turut adalah 10,53%, 10,53%, 100%, dan 100%. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pola penggunaan triheksifenidil terhadap kejadian ekstrapiramidal pada pasien skizofrenia paranoid dengan nilai signifikansi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123448</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-09 08:08:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-10 09:16:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>