Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STATUS MUTU PERAIRAN PROVINSI ACEH TAHUN 2020-2022 MENGGUNAKAN METODE INDEKS KUALITAS AIR LAUT
Pengarang
ABDUL MALIK FAJAR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Sri Agustina - 198508052015042001 - Dosen Pembimbing I
Ichsan Setiawan - 197806072006041004 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2011101010135
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Wilayah pesisir Aceh merupakan wilayah yang rentan terhadap pencemaran dan penurunan kualitas perairan karena adanya berbagai aktivitas manusia seperti kegiatan perikanan, pariwisata, pemukiman, maritim dan pelabuhan. Pemantauan kualitas perairan penting dilakukan untuk memberikan gambaran kondisi terkini perairan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menentukan status mutu perairan Barat, Utara dan Timur Provinsi Aceh. Metode analisis dilakukan dengan metode National Sanitation Foundation-Water Quality Indeks (NSF-WQI) menggunakan data sekunder DLHK Provinsi Aceh dari tahun 2020 hingga 2022. Hasil analisis pengukuran parameter Fisika-Kimia didapatkan status mutu perairan Barat dan Utara tahun 2020 berada pada kategori sedang, sedangkan pada wilayah Timur berada pada kategori baik selanjutnya pada tahun 2021 status mutu perairan berada pada kategori baik dan tahun 2022 status mutu perairan wilayah Barat berada pada kategori baik sedangkan Utara dan Timur pada kategori sangat baik. Kondisi perairan di wilayah Barat, Utara dan Timur Provinsi Aceh harus tetap dijaga dari aktivitas-aktivitas yang dapat membahayakan biota dan berpotensi mencemari lingkungan serta dapat membahayakan kesehatan manusia.
Kata Kunci : Kualitas air laut, metode NSF-WQI, baku mutu, Provinsi Aceh.
The Aceh coastal region is an area that is vulnerable to pollution and to water quality decline due to various human activities such as fishing, tourism, residential, maritime and port activities. Monitoring water quality is important to provide an overview of the current condition of these waters. The aim of this research was to evaluate and determine the quality status of the waters of West, North and East Aceh Province. The analysis method is carried out using the method National Sanitation Foundation-Water Quality Indeks (NSF-WQI) using secondary data from the Aceh Province DLHK from 2020 to 2022. The results of the analysis of physics-chemical parameter measurements showed that the quality status of western and northern waters in 2020 was in the medium category, while in the eastern region it was in the good category, followed by 2021 The water quality status is in the good category and in 2022 the water quality status of the western region will be in the good category, while the north and east will be in the excellent category. Water conditions in the western, northern and eastern regions of Aceh Province must remain protected from activities that can harm biota and have the potential to pollute the environment and endanger human health. Keywords : Sea water quality, NSF-WQI method, quality standards, Aceh Province
PENENTUAN STATUS MUTU PERAIRAN DENGAN METODE INDEKS PENCEMARAN AIR LAUT DI TIMUR KOTA SABANG (Mufthi Fadli, 2023)
STATUS TROFIK DANAU ANEUK LAOT KOTA SABANG BERDASARKAN PENDEKATAN MULTI INDEKS (NANTA EDIANSA PUTRA, 2024)
UJI KUALITAS PERAIRAN KRUENG RAYA, ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE STORET (CUT INDAH SARI, 2022)
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA KERAMBA JARING APUNG DAN NON KERAMBA JARING APUNG DI DANAU LAUT TAWAR TAKENGON (Alvina Damayanti, 2022)
UJI KUALITAS AIR LAUT DI PERAIRAN KUALA PESISIR MENGGUNAKAN METODE STORET (LAISA SARA SABRINA SINAMBELA, 2024)