<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123327">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH APLIKASI BAHAN ORGANIK  DALAM BENTUK SEGAR  DAN BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agustina Wati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Agustina Wati. 0151310002. Pengaruh Aplikasi  Bahan  Organik Dalam  Bentuk Segar  dan  Bokashi   Terhadap  Pertumbuhan  Gulma   dan  llasil  Kedelai  (Glycme max  L. Merrill)&quot;  dibawah  bimbingan Gina  Erida  selaku  ketua  dan Hasnah  selaku anggota.Tujuan  penelitian   ini  adalah   untuk  mengetahui  potensi   beberapa  jenis bahan  organik  dalam  bentuk  segar  dan bokashi terhadap pertumbuhan gulma dan hasil  kedelai.&#13;
          Penelitian  ini  dilaksanakan di  Kebun   Percobaan  Fakultas  Pertanian Universitas  Syiah  Kuala,  berlangsung  sejak   bulan  februari   sampai  dengan  juni 2006.  Rancangan  yang digunakan adalah  Rancangan Acak Kelompok  (RAK)   pola faktorial  yang terdiri  dari  dua  faktor yaitu  faktor  bentuk  dan jenis, faktor  bentuk terdiri  dari 2 taraf yaitu  segar   dan  bokashi,  sedangkan faktor jenis  terdiri  dari  3 taraf  yaitu    alang-alang    (Imperata    cylindrica)    eceng     gondok   (Euchornia crassipes),  dan  kirinyuh  (Cromolaina  odorata).  Dengan   demikian  diperoleh   6 kombinasi  perlakuan  dan   4 ulangan  sehingga  didapat  24  plot  perlakuan.  Peubah yang   diamati   adalah   nilai   SDR   (Summed   Dominance   Ratio),   laju   tumbuh tanaman,  efisiensi  pengendalian gulma, jumlah  polong  produktif tanaman',  dan bobot  biji   tanaman'.  Seluruh  data  pengamatan dianalisis dengan  menggunakan sidik  ragam  dan  untuk  membandingkan beda  antar  perlakuan  dilanjutkan  dengan uji  Seda  Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %.&#13;
          Berdasarkan    identifikasi   gulma   yang   dilakukan  sebelum   dan   sesudah penclitian  terdapat   perbedaan   vegetasi     sebelum   dan  sesudah   penelitian,  teki adalah gulma yang tetap bertahan walaupun telah diaplikasikan bahan organik. Nilai   SDR  tertinggi   sebelum   penelitian   terdapat   pada   gulma   Bracharia paspaloides yaitu sebesar 18,38 persen dan setelah  penelitian berpindah ke gulma Cyperus  rotundus   yaitu  sebesar  70,88   persen.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa  pemberian  bahan organik  dalam  bentuk  dan jenis  yang  berbeda  tidak berpengaruh   terhadap  laju  tumbuh  tanaman,  efisiensi   pengendalian gulma  21 HST,  tetapi  berpengaruh terhadap  efisiensi   pengendalian gulma 42  HST, jumlah polong  produktif  tanaman',   dan  bobot  biji   tanaman'.   Walaupun   tidak  ada  pengaruh  yang nyata dari  bentuk bahan organik terhadap laju  tumbuh tumbuhan pada -semua pengamatan tetapi   ada  kecenderungan bahwa bokashi  lebih  tingg nilainya dibanding bentuk segar baik pada waktu  3-6, 6-9,  maupun 9-12   MST. Efisiensi   pengendahian   gulma  tertinggi  dijumpai   pada  bentuk  bokashi   yaitu sebesar  73,50  persen dan   terendah  dijumpai   pada bentuk  segar  yaitu  sebesar 63,8 I persen,  sedangkan faktor jenis  terhadap  efisiensi  gulma  tertinggi  terdapat pada jenis alang-alang  yaitu sebesar 75,43  persen dan  terendah  ada pada jenis kirinyuh yaitu  sebesar 61,09 persen.  Jumlah polong produktif tanaman'tertinggi dijumpai  pada bentuk bokashi yaitu sebesar 102,42   polong dan terendah dijumpai pada bentuk segar yaitu sebesar  81,67  polong,  sedangkan bobot biji  tanaman' tertinggi   juga  dijumpai   pada  bentuk  bokashi   yaitu  sebesar  107,75  gram  dan terendah dijumpai  pada bentuk segar yaitu   sebesar 84,33 gram.  Tidak terdapat interaksi  antara bentuk dan jenis  bahan organik terhadap laju  tumbuh tanaman,  efisiensi  pengendalian gulma, jumlah  polong produktif tanaman', dan  bobot biji tanaman'.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123327</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-05 10:42:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-05 10:42:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>