<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123311">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK BLACK GARLIC (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP GONADOSOMATIC INDEX, KONSENTRASI FOLLICLE STIMULATING HORMONE DAN KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS YANG DIBERIKAN MONOSODIUM GLUTAMAT.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ika Inda BaniIka Inda Bani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran - Magister Sains BioMedis (S2)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Monosodium glutamat (MSG) dihasilkan dari asam L-glutamat yang memiliki efek langsung pada tingkat seluler dengan membentuk radikal bebas yang menyebabkan stres oksidatif. Reactive oxygen spesies dan lipid peroksidase yang meningkat akibat stres oksidatif menyebabkan gangguan pada hormonal dan kualitas spermatozoa. Black garlic (BG) berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangani stres oksidatif. Penelitian dengan antioksidan lainnya telah banyak dilakukan, namun penggunaan BG untuk meningkatkan persentase gonadosomatic index (GSI), konsentrasi follicle stimulating hormone (FSH) dan kualitas spermatozoa pada tikus masih belum banyak diteliti. Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian rancangan acak lengkap dan terdiri dari 3 faktor, yaitu pemberian ekstrak BG 200 mg, 400 mg dan 600 mg, serta kelompok kontrol negatif dan kontrol positif dengan pemberian MSG. GSI dihitung dengan menggunakan rumus persentase perbandingan berat testis dengan berat badan, FSH menggunakan metode ELISA dari serum darah, dan kualitas spermatozoa dihitung menggunakan kamar hitung Neubauer dan pewarnaan eosin negrosin 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GSI tikus pada semua kelompok tidak berbeda signifikan (p&gt;0,05). Konsentrasi FSH tikus menurun sangat signifikan pada kelompok kontrol positif dan meningkat sangat signifikan pada kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol negatif (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123311</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-04 21:59:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-05 09:49:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>