<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123241">
 <titleInfo>
  <title>PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI PENERAPAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI SMP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Otari Nurhalizah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Matematika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemampuan berpikir kreatif di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Rendahnya kemampuan berpikir kreatif pada siswa yang dibuktikan dengan siswa yang masih kebingungan dalam mengerjakan soal dan lain sebagainya. Kurikulum yang ada sekarang mengutamakan kemampuan berpikir kreatif siswa saat belajar. Dari hasil PISA matematika 2022 dengan skor 379 tingkat capaiannya masih di bawah rata-rata dengan rata-rata keseluruhan yaitu 490 hanya 18 % siswa yang memperoleh kehamiran matematika minimal level 2. Hasil rata-rata pada tahun 2022 menunjukkan penurunan mencapai 12-13 poin dibandingkan dengan tahun 2018. Hasil PISA tidak hanya mencerminkan tingkat pemahaman siswa terhadap kurikulum, tetapi juga kemampuan berpikir kreatif, menafsirkan informasi dan memecahkan masalah dalam berbagai konteks kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan suatu alternative yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa yaitu melalui penerapan RME. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan RME di kelas VIII SMP Negeri 1 Kutacane. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain yang digunakan yaitu pre-experimental dengan jenis one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kutacane dan sampel seluruh siswa kelas VIII inti 1 yang terdiri dari 25 siswa. Instrumen penelitian berupa 3 butir soal. Uji hipotesis dilakukan dengan uji T berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa penerapan RME dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kutacane.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MATHEMATICS - ELEMENTARY EDUCATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CREATIVITY - EDUCATIONAL OBJECTIVE</topic>
 </subject>
 <classification>370.118</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123241</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-31 08:32:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-31 10:24:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>