<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123225">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KEKUATAN TEKAN PROFIL BAJA SIKU GANDA BERPENGHUBUNG PELAT KOPEL DAN LACING TUNGGAL DENGAN SAMBUNGAN BAUT DI KEDUA UJUNG TUMPUAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>nurul hasanah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Baja merupakan salah satu material yang mulai dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi. Baja sering digunakan sebagai batang tekan pada kolom, rangka kuda-kuda, struktur jembatan, dan kaki menara (leg) tower telekomunikasi yang biasanya dirancang dari penampang tunggal. Namun seiring waktu, batang tekan butuh diperkuat dengan salah satu alternatifnya yaitu penambahan penampang yang terdiri dari dua atau lebih elemen batang yang digabung menjadi satu kesatuan. Untuk menghubungkan batang tekan dibutuhkan pelat penghubung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kekuatan tekan antara batang tekan ganda yang dihubungkan oleh dua jenis pelat penghubung. Pada penelitian ini digunakan profil siku ganda 2L.30.30.3 dengan variasi jenis pelat penghubung (pelat kopel dan lacing tunggal) dan variasi jarak antar konektor yaitu, 140, 170, dan 210 mm. Kajian teoritis dilakukan dengan menghitung kekuatan nominal pada benda uji menggunakan software microsoft excell. Pada kajian teoritis nilai kekuatan nominal untuk masing-masing benda uji bernilai sama, tidak dipengaruhi oleh jenis pelat penghubung maupun jarak antar pelat penghubung. Pada kegiatan di laboratorium, beban tekan diberikan pada benda uji secara bertahap hingga benda uji mengalami kegagalan. Berdasarkan kajian eksperimen benda uji yang dihubungkan oleh pelat kopel (BU1, BU2, BU3) memiliki nilai kekuatan tekan sebesar 20,92 kN, 20,73 kN, dan 20,22 kN. Sedangkan benda uji yang dihubungkan oleh lacing tunggal (BU4, BU5, BU6) memiliki nilai kekuatan tekan sebesar 21,17 kN, 20,97 kN, dan 20,52 kN. Terlihat bahwa benda uji yang dihubungkan oleh lacing tunggal memiliki nilai kekuatan tekan yang lebih besar 4,42 % dibandingkan benda uji yang dihubungkan oleh pelat kopel. Mode kegagalan yang terjadi pada hasil pengujian seragam, yaitu tekuk lentur searah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan jumlah penampang dan penambahan kekangan pada batang tekan secara efektif dapat memperkuat batang tekan dan meminimalisir kemungkinan ragam tekuk yang terjadi.&#13;
Kata kunci:	profil siku ganda, jarak antar konektor, pelat kopel, lacing, kekuatan tekan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123225</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-30 12:23:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-30 14:54:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>