<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123180">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KOMPOSISI GIZI DAN SIFAT FUNGSIONAL DARI TEPUNG KACANG HJAU UTUH (PHASEOLU RADIATUS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lia Agustina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tepung merupakan hasil penggilingan dari bahan pangan yang berbentuk bubuk yang diolah dari biji-bijian dan umbi-umbian dari berbagai tanaman seperti tepung  jagung,  tepung  beras,  tapung  terigii,  tepung  tapioka,  tepung  maizena, tepung kacang hijau, tepung sagu, dan tepung ketan. Tapung mempunyai partikel yang  lebih  besar  (lebih  kasar)  dibandingkan  dengan  pati.  Hal  ini  disebabkan karena    tepung    masih    mengandung    komponen    serat     kasar  dan    protein (Sugiyono,2002).&#13;
          Tepung kacang hijau merupahan salah satu produk olahan pertanian yang diolch dari biji kacang hijau. Dalam makanan sehari-hari kacang hijau biasanya dikousumsi  dalam  bentuk  bubur,  sayulan  dalaln  bentuk  tauge  dan  aneka  kue, Kandungan  terbesar  kacang  hijau  adalah  karbohidrat  yang  berkisar  antara  55-58%.  Kandungan  lemak  dalam  kacang  hijau  relatif sedikit  (I-1,2%),  sehingga apabila  kacang  hijau  ini  di  bust  untuk  mckanan  tidak  mudal  tengik.  Hal  ini menguntungkan sebab dengan kandungan lemak yang rendah kacang hijau dapat disimpan   lebih   lama   dibandingkan  dengan  kacang-kacangan   lainnya.   Dalam pembuntan tepung kacang hijau, ada dun metode perlakuan  bahan yang gunakan yaitu perlakuan tepung kacang hijau dengan metode pregelatinisasi dan perlakuan  tepung tanpa  pregelatinisasi. Menurut Saraswati (1982), semakin kecil ukuran pati maka semakin cepat reaksi  berlangsung karena  ukuran partikel  yang kecil akan meningkatkan luas permukaan serta kelarutannya dalam air.&#13;
          Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ukuran partikel dan metode   perlakunn   tepung   kacang   hijau   terhadap   komposisi   gizi   dan   sifat fungsional  dari  tepung  kacang  hijau  serta  mutu  organoleptik  produk  kue  bada reuteuk yang dihasilkan.&#13;
          Penelitian  dilakuhan  dengan  menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas due faktor, yaitu perlakuan terhadap tepung kacang  hijau  (T),  yang  terdiri  atas  dua  taraf yaitu  T1  =  tepung  kacang  hijau pregelatinisasi, T2 = tepung kacang hijau tanpa pregelatinisasi dan ukuran partikel tepung (A) yang terdiri atas tiga taraf yaitu A1 = 42 mesh, A2 = 60 mesh dan A3 =   80   mesh.   Analisis  yang  dilakukan  terhadap  tepung  kacang  hijau   adalah perhitungan  rendemen,  analisis  komposisi  gizi  yang  meliputi  (kadar  air,  kadar protein dan hadar pati),  analisis sifat fungsional (serat kasar, kapasitas penyerapan air  dan  swelling power).  Sedangkan  analisis  organoleptik   dilakukan  terhadap produk  kue  kering  malcanan  khas  Aceh  Besar  bada reuteuk    yaltu  uji  hedonik terhadap aroma,  warna, rasa dan tekstur. &#13;
          Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  fcktor  pengaruh  perlakuan  tepung kacang   hijau  memberikan  pengaruh   sangat  nyata   (PSO,01)   terhadap   hisbah penyerapan  air,  swelling  power  dan  berpengaruh  tidak  nyata  (P&gt;0,05)  pada rendemen,  kadar  air,  organoleptik.   Faktor  interaksi  antara  perlakuan  tepung kacang  hijau  dan  ukuran   partikel  berpengaruh  tidak  nyata  a&gt;0,05)  terhadap rendemen, hisbah penyerapan air, swelli power, kadar air yang diuji.  Hasil uji BNT  o,o|   menunjukkan  bahwa  perlakuan  tapung  kacang  hijau  dengan  tanpa pregelatinisasi  memiliki  nilai   hisbal  penyerapan  air  yang  lebih  rendah  yaitu 117,86%,   sedangkan   pada  perlakuan  tepung  pregelatinisasi    memiliki   nisbah penyerapan air yang lebih tinggi 222,37%. Untuk analisis swelling power hasil uji BNT o.o1 menunjukkan  bahwa perlakuan tepung kacang hijau tanpa pregelatinisasi memiliki nilai swelling power yang lebih rendah  I ,50  sedangkan pada perlakuan tepung  dengan  pregelatinisasi  memiliki  swelling power  yang  tinggi  3,59.  pada serat kasar hasil analisis yang diperoleh dengan rata-rata adalah 0,5%. Sedangkan untuk kadar protein memperoleh hasil dengan  rata-rata 21 %, dan untuk kadar pati adalah 26,59%.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123180</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-28 16:33:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-28 16:33:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>