STUDI PEMBUATAN KUE TIMPHAN INSTAN DENGAN PERBEDAAN SUHU DAN IAMA PENGERINGAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI PEMBUATAN KUE TIMPHAN INSTAN DENGAN PERBEDAAN SUHU DAN IAMA PENGERINGAN


Pengarang

Juliani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705105010016

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Timphan merupakan salah satu contoh kue basah tradisional yang berasal dari masyarakat di Provinsi Aceh. timphan terbuat dari tepung ketan yang dibungkus dengan daun pisang muda yang diolesi minyak goreng dan kemudian dikukus selama setengah jam. Kue basah seperti timphan pada umumnya mempunyai daya awet yang rendah. Timphan, jika disimpan pada suhu ruang akan mempunyal keawetan sekitar I- 2 hari. 0leh sebab itu, untuk memperpanjang daya simpan serta mempersingkat waktu penyajian produk timphan, diperlukan alternatif hasil olahan timphan menjadi produk setengah jadi (instan) yang dapat disimpan lama dan praktis dalam penyajiannya, memperluns jaringan distribusi dan pemasaran timphan, dan dapat menunjang peningkatan nilai jual dan pemanfaatan produk lokal di Provinsi Aceh, Metode pengeringan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengeringan vakum, yang bertujuan untuk mencegah reaksi browning non enzimatis sehingga memungkinkan penggunaan suhu pengeringan yang lebih tinggi dan waktu pengeringan yang lebih singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penganih suhu dan lama pengeringan terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik timphan instan yang dihasilkan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor yang diteliti yaitu perbedaan suhu pengeringan dan lama pengeringan, yang masing-masing terdiri atas 3 taraf. Suhu pengeringan terdiri atas 50 °C, 60 °C, dan 70 °C, dan lama pengeringan terdiri atas 8 jam, 12 jam, dan 16 jam. Kombinasi perlakuan dalam penelitian ini adalal 3 x 3 = 9 (sembilan) kombinasi perlakuan, dengan menggunakan 3 (tiga) kali ulangan (U), sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati pada timphan instan sebelum direhidrasi adalah kadar air, sedangkan parameter yang diamati pada timphan instan yang telah direhidrasi adalah cooking loss, kekerasan, kadar pati, kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan timphan instan berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK