<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123163">
 <titleInfo>
  <title>HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS MODEL DIABETES MELLITUS YANG DIBERIKAN SUSU KAMBING FERMENTASI DAN DAUN PANDAN WANGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gina Trinozela</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes dikenal dengan the silent killer karena penyakit ini dapat menyerang semua organ tubuh sehingga menimbulkan berbagai macam keluhan bagi penderitanya. Salah satunya adalah penyebab gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui histopatologi ginjal tikus putih model diabetes mellitus yang diberikan susu kambing fermentasi Lactobacillus casei dan filtrat daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb). Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 5 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri atas 3 ekor tikus putih. Perlakuan 0 (P0) kontrol normal, (P1) diinjeksi streptozotocin, (P2) diinjeksi STZ dan&#13;
susu kambing fermentasi L. casei, (P3) diinjeksi STZ dan diberikan filtrat daun pandan wangi, (P4) diinjeksi STZ dan diberikan susu kambing fermentasi L. casei dan filtrat daun pandan wangi. Pemberian perlakuan dilakukan selama 14 hari dengan dosis sebanyak 2 ml tiap kelompok. Sampel ginjal tikus dikoleksi melalui prosedur nekropsi dan di euthanasia dengan cara cervical dislocation kemudian dilakukan pembuatan sediaan histopatologi. Berdasarkan hasil stastistik uji Kruskalwallis menunjukkan bahwa pemberian susu kambing fermentasi L. casei, filtrat daun pandan wangi, dan susu kambing fermentasi L. casei yang ditambah filtrat daun pandan wangi terhadap parameter&#13;
degenerasi lemak atau nekrosis tidak terdapat perbedaan yang signifikan yang ditunjukkan (P&gt;0,05)&#13;
terhadap histopatologi ginjal tikus putih antar kelompok perlakuan. Namun rata-rata skor histopatologi ginjal kelompok perlakuan P2 (2,13 ± 0,23), P3 (2,33 ± 0,30), dan P4 (2,20 ± 0,20) lebih rendah dibandingkan kelompok perlakuan P1 (2,86 ± 0,11). Pemberian susu kambing fermentasi L. casei dan filtrat daun pandan wangi (P. amaryllifolius Roxb.) tidak berpengaruh nyata terhadap perbaikan histopatologi ginjal tikus model diabetes mellitus akan tetapi terhadap gambaran histopatologi ginjal pada tikus sudah menunjukkan perbaikan dengan adanya penurunan rata-rata tingkat kerusakan yang terlihat secara mikroskopis&#13;
&#13;
Kata Kunci: Diabetes mellitus, daun pandan wangi, streptozotocin, dan susu kambing</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123163</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-28 11:36:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-28 12:05:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>