<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123144">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN MINYAK NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA FULL THICKNESS PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Taufik</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran  Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakag : Minyak nilam aceh (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman&#13;
penghasil minyak atsiri yang telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri, antijamur,&#13;
antiinflamasi, dan kemampuan sebagai pembersih dan mampu mempercepat pembentukan&#13;
kolagen yang merupakan suatu protein yang berperan mempercepat(memicu) proses&#13;
penyembuhan luka. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian minyak nilam aceh (Pogostemon&#13;
cablin Benth) terhadap penyembuhan luka full thickness pada mencit (Mus musculus) dengan&#13;
menilai epitelisasi, kepadatan kolagen serta angiogenesis. Metode : Sebanyak 28 mencit jantan&#13;
berusia 12 minggu diberikan luka insisi pada bagian punggung, dibagi menjadi 4 kelompok&#13;
perlakuan yaitu dengan pemberian minyak nilam mentah(kelompok 1), minyak nilam fraksi&#13;
ringan(kelompok 2), minyak nilam fraksi berat(kelompok 3), dan vaseline sebagai&#13;
kontrol(kelompok 4). Perawatan luka dilakukan setiap hari dan luka ditutup dengan transparent&#13;
dressing kemudian dilakukan pemeriksaan histopatologi pada hari ke-15. Hasil pengamatan&#13;
diinput dan dianalisis menggunakan SPSS 27.0. Hasil : Didapatkan rerata ketebalan&#13;
epitelisasi(dalam micron) pada kelompok 1 (128,4), kelompok 2 (127,7), kelompok 3(84,9),&#13;
kelompok 4(126,0). Uji ANOVA menunjukkan adanya penurunan signifikan ketebalan&#13;
epitelisasi yang signifikan pada kelompok 3 dibandingkan dengan kelompok lainnya(p &lt; 0,000).&#13;
Didapatakan rerata kepadatan kolagen (dalam micron) kelompok 1 (56,9), kelompok 2 (61,8),&#13;
kelompok 3(61,2), kelompok 4(55,9). Uji ANOVA tidak menunjukkan adanya perbedaan&#13;
signifikan antar kelompok (p=0,879). Didapatkan angiogenesis kelompok 1 (23,9), kelompok 2&#13;
(1,.3), kelompok 3(11,7), kelompok 4(15,86). Uji Kruskal-wallis menujukkan ada penurunan&#13;
signifikan angiogenesis pada kelompok 3 dibandingkan kelompok 1(p=0.02).&#13;
Keyword : Pogostemon cablin Benth, minyak nilam mentah, minyak nilam fraksi ringan,&#13;
minyak nilam fraksi berat, penyembuhan luka, epitelisasi, kolagen, angiogenesis</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123144</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-27 13:55:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-27 14:23:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>