IDENTIFIKASI DAMPAK BANJIR ROB DI KEC. JOHAN PAHLAWAN, ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI DAMPAK BANJIR ROB DI KEC. JOHAN PAHLAWAN, ACEH BARAT


Pengarang

M. FADEL SYAHRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Dwi Refika - 197907022006042001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1704101010104

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banjir rob merupakan peristiwa naiknya muka air laut ke wilayah daratan. Peristiwa ini menyebabkan dampak di berbagai sektor salah satunya adalah sektor infrastruktur. Kecamatan Johan Pahlawan merupakan salah satu wilayah padat penduduk yang sering kali terdampak bencana banjir rob. Banyaknya desa yang berbatasan langsung dengan laut mengakibatkan kecamatan ini rentan terhadap banjir rob. BNPB mencatat dalam kurun tahun 2020-2022 banjir rob telah terjadi sebanyak 6 kali di kecamatan ini. Banjir rob ini merendam beberapa desa seperti desa Suak Indrapuri, Gampong Pasir, Ujung Kalak dan Kuta Padang.Identifikasi dampak banjir rob penting dilakukan untuk meminimalisir risiko banjir rob. Studi penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak banjir rob berupa tinggi, luas genangan serta kerusakan bangunan di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi. Data dianalisis secara spasial dan deskriptif. Teknik interpolasi dengan bantuan piranti lunak ArcGIS dilakukan untuk menggambarkan genangan banjir rob berdasarkan titik-titik pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya. Sementara itu, analisis dekriptif dilakukan dengan tujuan untuk memperdalam dan mendukung hasil analisis spasial. Dampak kerusakan yang diterima bangunan akibat banjir rob diperoleh berdasarkan hasil observasi dan wawancara di lapangan. Berdasarkan hasil analisis, didapati hasil tinggi genangan banjir rob setinggi 10 – 60 cm dengan total luas genangan 25,67 hektar. Banjir rob menggenangi sebanyak 224 bangunan rumah. jumlah bangunan yang mengalami kerusakan sebesar 30% dengan rincian 24% rusak ringan dan 6% lainnya rusak sedang. Kerusakan pada bangunan rumah yang paling umum ditemui yaitu kerusakan pada dinding, kusen, pintu dan jendela.

Tidal floods are events where sea levels rise towards land areas. This incident had an impact on various sectors, one of which was the infrastructure sector. Johan Pahlawan District is one of the densely populated areas that is often affected by tidal floods. The large number of villages directly bordering the sea makes this sub-district vulnerable to tidal floods. BNPB noted that in the 2020-2022 period, tidal floods have occurred 6 times in this sub-district. This tidal flood inundated several villages such as Suak Indrapuri, Gampong Pasir, Ujung Kalak and Kuta Padang villages. Identifying the impact of tidal floods is important to minimize the risk of tidal floods. This research study aims to identify the impact of tidal floods in the form of height, area of inundation and damage to buildings in Johan Pahlawan District, West Aceh. The data collection technique in this research uses observation techniques. Data were analyzed spatially and descriptively. Interpolation techniques with the help of ArcGIS software were carried out to describe tidal flood inundations based on measurement points that had been carried out previously. Meanwhile, descriptive analysis was carried out with the aim of deepening and supporting the results of the spatial analysis. The impact of damage received by buildings due to tidal floods was obtained based on the results of observations and interviews in the field. Based on the results of the analysis, it was found that the tidal flood inundation height was 10 – 60 cm with a total inundation area of 25.67 hectares. Tidal floods inundated 224 houses. The number of buildings that experienced damage was 30%, with details of 24% being lightly damaged and the other 6% being moderately damaged. The most common damage to house buildings is damage to walls, frames, doors and windows.

Citation



    SERVICES DESK