KAJIAN PEMBUATAN KERIPIK TEMPE SIMULASI DENGAN RASIO JENIS TEPUNG DAN KONSENTRASI BAWANG PUTIH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN PEMBUATAN KERIPIK TEMPE SIMULASI DENGAN RASIO JENIS TEPUNG DAN KONSENTRASI BAWANG PUTIH


Pengarang

Fadlilyah Hanum - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305105010017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Selama ini pengolahan tempe di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) masih terbatas dan sederhana. Salah satu cara meningkatkan nilai tambah tempe adalah dengan mengolahnya menjadi berbagai macam produk olahan tempe yang tahan lama. Produk olahan tempe dapat diunggulkan karena tempe memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Salah satu produk tempe yang dapat dikembangkan adalah pengolahan tempe kedelai menjadi keripik tempe simulasi. Keripik simulasi dapat dibuat dari berbagai bahan terutama yang mengandung pati atau bahan tidak berpati dengan penambahan pati.
Penambahan pati pada adonan keripik tempe simulasi diharapkan dapat melengkapi kekurangan kandungan amilopektin pada tempe, yang dapat berperan sebagai penentu struktur, konsistensi, tekstur, dan penampakan keripik tempe. Selain itu, faktor yang juga menentukan mutu keripik adalah konsentrasi bawang putih. Penggunaan bawang putih dalam pembuatan keripik tempe simulasi berfungsi sebagai pembentuk citarasa, aroma yang khas pada produk, clan memperkuat rasa gurih keripik tempe simulasi. Bawang putih juga berperan sebagai bahan penyedap dalam keripik tempe simulasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh rasio tapioka dan terigu dan konsentrasi bawang putih terhadap karakteristik keripik tempe simulasi yang dihasilkan, serta menentukan rasio tapioka dan terigu serta konsentrasi bawang putih yang dapat menghasilkan keripik tempe simulasi dengan mutu yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK ) faktorial 3 x 3, yang terdiri dari 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama yaitu rasio tapioka dan terigu (T) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu T1=1:2, T2=1:1, dan T3=2:1. Faktor kedua yaitu konsentrasi bawang putih (B) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu B1=2%, B2=4%, dan B3,=6%. Analisis yang dilakukan sebelum penggorengan meliputi rendemen dan kadar air, sedangkan analisis sesudah penggorengan meliputi rendemen, kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu, rasio pengembangan, dan uji organoleptik (warna, rasa dan kerenyahan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor rasio tapioka dan terigu pada keripik tempe simulasi berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK