<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123104">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN  PEMBUATAN KERIPIK  TEMPE  SIMULASI  DENGAN RASIO JENIS TEPUNG DAN KONSENTRASI BAWANG PUTIH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadlilyah Hanum</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selama   ini  pengolahan   tempe   di  Provinsi  Nanggroe   Aceh  Darussalam   (NAD)  masih terbatas   dan   sederhana.    Salah   satu  cara   meningkatkan    nilai   tambah   tempe   adalah   dengan mengolahnya   menjadi berbagai  macam  produk  olahan  tempe  yang  tahan   lama.  Produk  olahan tempe  dapat  diunggulkan   karena  tempe  memiliki  kandungan  nutrisi  yang  cukup  lengkap.  Salah satu  produk  tempe  yang  dapat  dikembangkan   adalah  pengolahan  tempe  kedelai  menjadi keripik tempe  simulasi.  Keripik  simulasi  dapat dibuat  dari berbagai  bahan  terutama   yang  mengandung pati atau bahan tidak berpati dengan penambahan  pati.&#13;
Penambahan    pati  pada   adonan   keripik   tempe   simulasi   diharapkan   dapat   melengkapi kekurangan  kandungan amilopektin   pada  tempe,  yang  dapat  berperan  sebagai  penentu  struktur, konsistensi,  tekstur,  dan penampakan   keripik  tempe.   Selain  itu,  faktor  yang  juga   menentukan mutu  keripik   adalah  konsentrasi   bawang  putih.  Penggunaan   bawang  putih   dalam  pembuatan keripik  tempe  simulasi berfungsi  sebagai  pembentuk  citarasa,  aroma  yang khas  pada produk,  clan memperkuat   rasa  gurih   keripik  tempe   simulasi.   Bawang   putih  juga  berperan   sebagai   bahan penyedap  dalam keripik tempe simulasi.&#13;
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mempelajari  dan  mengetahui   pengaruh  rasio  tapioka  dan terigu   dan   konsentrasi    bawang   putih   terhadap   karakteristik   keripik    tempe   simulasi   yang dihasilkan, serta menentukan rasio tapioka  dan  terigu  serta  konsentrasi  bawang  putih  yang dapat menghasilkan  keripik  tempe  simulasi  dengan  mutu  yang  terbaik.  Penelitian   ini menggunakan Rancangan   Acak  Kelompok   (RAK )  faktorial  3  x  3, yang  terdiri  dari 3  (tiga)  ulangan.  Faktor pertama yaitu rasio tapioka  dan terigu (T) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu T1=1:2, T2=1:1, dan T3=2:1.  Faktor  kedua  yaitu  konsentrasi  bawang  putih  (B)  yang  terdiri  dari 3  (tiga)  taraf yaitu B1=2%, B2=4%, dan  B3,=6%. Analisis  yang dilakukan  sebelum  penggorengan meliputi  rendemen dan  kadar  air,  sedangkan   analisis  sesudah  penggorengan   meliputi  rendemen,   kadar  air,  kadar protein,  kadar   lemak,  kadar  abu,  rasio  pengembangan,   dan  uji  organoleptik   (warna,  rasa  dan kerenyahan).&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  faktor  rasio  tapioka  dan  terigu  pada  keripik  tempe simulasi  berpengaruh   sangat  nyata  (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123104</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-22 10:26:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-22 10:26:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>