<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123048">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKI TAMAYASARI CAPAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Staphylococcus aureus dilaporkan telah mengalami resistensi terhadap beberapa jenis antibiotika. Hal ini mendorong para peneliti untuk mencari bahan alternatif yang memiliki efek antibakteri. Daun kakao telah dilaporkan mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas daun kakao dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus secara in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan teknik difusi agar Kirby-Bauer. Daun kakao diekstraksi dan dibuat dalam beberapa tingkatan konsentrasi yang berbeda-beda yaitu 20%, 40%, 60% dan 80%. Selanjutnya dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui bahan aktif yang terdapat pada daun kakao. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun kakao memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu saponin, flavonoid dan tanin. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan diameter zona hambat rata rata yang terbentuk untuk konsentrasi 20%,40%, 60% dan 80%, yaitu 10,13; 13,17; 14,4 dan 15,22 mm. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kakao memiliki aktivitas antibakteri dalam kategori kuat. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123048</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-20 23:51:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-21 08:34:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>