<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123007">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENYUNTIKAN  ENZIM PAPAIN PADA ITIK TERHADAP KANDUNGAN  KOLESTEROL DAGING ITIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zohra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Suatu   penelitian    enzim   papain    telah   dilakukan    di   Laboratorium Pengolahan  Daging dan Ikan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah  Kuala,  pada  bulan  Juni  - Agustus  2009,    untuk    mengetahui  pengaruh penyuntikan enzim papain terhadap kandungan kolesterol daging itik. Dalam penelitian  ini  digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan   4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga menjadi  20 unit percobaan.  Materi yang digunakan yaitu dua puluh  ekor  itik yang berumur  1,5 tahun  disuntikkan  enzim  papain  dengan dosis, Perlakuan A (tanpa penyuntikan enzim papain), Perlakuan B (dengan penyuntikan 5  ml enzim papain), Perlakuan C (dengan penyuntikan  10 ml enzim papain),  dan Perlakuan  D (dengan penyuntikan  15  ml  enzim  papain)  selama  8 menit.  Kemudian  dilakukan  penyembelihan,  pembersihan,  pembakaran, pemotongan dan pengukusan sekitar 30 menit.&#13;
Parameter  yang  diamati  adalah  kadar  kolesterol.  Sampel  daging  yang sudah dikulrus diambil sebanyak 50 gram/perlakuan/ulangan ditimbang kemudian dibungkus dengan kertas saring, ditempatkan dalam tabung ekstraksi soxhlet, lalu diisi 200 ml hexsana, diekstraksi selama 8 jam.  Hasil berupa  ekstraksi tersebut dianalisis kembali dilaboratorium  kesehatan rakyat Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  persentase penyuntikan dosis enzim papain dengan dosis 15 ml per ekor itik berpengaruh  yang sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123007</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-20 12:14:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-20 12:14:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>